Pemahaman Benefit yang Baik Pengaruhi Loyalitas Karyawan

Sembilan dari 10 pemimpin HR berpikir bahwa penting artinya bagi karyawan untuk memahami dan mengapresiasi benefit yang disediakan organisasi. Namun, hanya sedikit saja (sekitar 20 persen) yang yakin bahwa karyawan mereka memahami dengan baik mengenai adanya benefit-benefit tersebut. Mengapa ada kesenjangan dalam komunikasi benefit antara karyawan dengan perusahaan?

Sebuah lembaga bernama Colonial Life yang berkantor di Columbia, AS melakukan survei atas 650 orang manajer HR dan administrator benefit dengan menanyai mereka tentang benefit yang mereka sediakan dan sejauh mana karyawan memahami adanya benefit tersebut. Hampir lima persen manajer berpikir bahwa karyawan mereka bahkan tidak tahu-menahu perihal benefit yang tersedia bagi mereka.

“Temuan ini penting bagi segenap pemimpin perusahaan, meskipun bagi kami ini tidak mengejutkan,” ujar VP Senior pada Colonial Life Tom Gilligan. “Para petinggi perusahaan yang telah mengimplementasikan rancangan komunikasi benefit dengan baik menunjukkan pada kita betapa pentingnya hal itu bagi karyawan di tingkat bawah,” tambah dia.

Dikatakan, karyawan yang telah teredukasi dengan baik mengenai benefit yang akan mereka terima cenderung untuk setia dengan pekerjaannya dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan karyawan yang tidak mengetahui benefit mereka.

Gillian menyimpulkan bahwa loyalitas dan semangat karyawan secara langsung tergantung pada benefit yang mereka terima. Semakin baik pengetahuan karyawan mengenai benefit mereka, akan semakin puas pula mereka dengan pekerjaan.

Dalam sebuah survei terpisah jauh sebelumnya, yang dilakukan oleh Watson Wyatt Worldwide, ditemukan fakta bahwa karyawan lebih menghargai perusahaan yang memberikan benefit lebih sedikit namun dijelaskan dengan baik, ketimbang perusahaan yang benefitnya banyak namun mereka tidak tahun karena tidak ada penjelasan yang memadai.

Colonial Life menanyai para manajer mengenai metode yang mereka gunakan untuk mengkomunikasikan mengenai benefit kepada karyawan, dan hasilnya sebagai berikut:

— 90 percent manajer mengatakan, pertemuan tatap muka langsung dengan karyawan akan sangat meningkatkan pemahaman mereka mengenai benefit yang disediakan perusahaan, namun hanya 58% yang melakukannya.

— 80% menggunakan metode pertemuan kelompok untuk menjelaskan soal benefit

— 44% menjelaskannya melalui internet

— 40% meminta karyawan untuk mencari tahu sendiri.

Tags: ,