Pekerjaan Menarik dan Menantang Pemicu Prestasi Manajer

Pekerjaan yang menarik dan menantang adalah dua hal yang paling menggerakkan para manajer untuk berprestasi, dan bukannya bayaran yang berbasis kinerja, bonus-bonus uang tunai maupun iming-iming lain yang lazim dalam dunia bisnis. Demikian menurut hasil sebuah studi baru yang dilakukan Ashridge Business School di Inggris. Menurut survei tersebut, 7 dari 10 manajer mengakui adanya atmosfer kepemimpinan yang positif dalam organisasi tempat mereka bekerja.

Sementara, separo lainnya berpikir bahwa bos mereka tidak mengembangkan “atmosfer kepemimpinan yang positif” tersebut sebagai upaya untuk memahami apa yang bisa memotivasi para manajer dan bawahannya. Hasil studi yang dituangkan dalam Ashridge Management Index tersebut secara umum menggarisbawahi adanya kesenjangan yang besar antara faktor-faktor pemotivasi menurut organisasi dan yang disebutkan oleh para manajer per individu.

Para manajer menyebutkan, pekerjaan yang menantang dan menarik sebagai motivator terbesar mereka, sedangkan pihak organisasi lebih percaya pada bayaran berbasis kinerja dan skema-skema insentif lainnya untuk menggerakkan para manajer. Ironisnya, organisasi tidak memperhitungkan gaji pokok yang tinggi dalam daftar 5 besar pemotivasi para manajer, sementara sepertiga manajer menyebutkan hal itu.

Direktur Pendidikan Eksekutif pada Ashridge, Fiona Dent yang juga menuliskan laporan hasil penelitian tersebut mengatakan, “Kesimpulan terpenting yang bisa ditarik dari respon para manajer adalah keinginan untuk termotivasi dengan cara-cara yang lebih kuat.” “Para manajer ingin diperlakukan sebagai individu-individu dan untuk dipahami apa tipe-tipe pemicu motivasi mereka agar bisa bekerja dengan bagus dan mencapai hasil-hasil yang berbeda dibandingkan individu lainnya dan tim secara keseluruhan,” tambah dia.
Menurut Fiona Dent, banyak organisasi yang masih kurang memiliki kesadaran akan pentingnya talent management dan pengembangan kepemimpinan.

Hal itu terbukti dari temuan survei bahwa hanya sekitar separo manajer yang menilai organisasi mereka cukup mengembangkan pemimpin-pemimpin untuk masa depan melalui succession planning dan inisiatif-inisiatif talent management. Survei juga melihat adanya tantangan personal pada para manajer, dua yang utama adalah overload informasi dan keseimbangan hidup/kerja. Hampir tiga perempat manajer mengatakan, peningkatan penggunaan IT telah membuat mereka kewalahan menghadapi email. Dan, mereka mengeluhkan 48 jam kerja dalam sepekan yang menurut mereka kurang “ramah-keluarga”.

Tags: