Pekerjaan Bukan Pemicu Utama Stres

Stres sering dijadikan alasan untuk segala hal yang berkaitan dengan turunnya produktivitas di tempat kerja hingga ketidakhadiran. Tapi, sebuah survei baru menghasilkan temuan yang lain. Sebagian besar dari kita ternyata justru lebih sering dibuat stres oleh urusan di rumah.

Kerjaan yang menumpuk, pengurangan jumlah karyawan dan perubahaan yang cepat jelas masih merupakan hal-hal umum yang selama ini dianggap memicu stres di kalangan karyawan. Namun, ada temuan lain yang tak terduga.

Jajak pendapat dilakukan atas 2.770 karyawan untuk mengetahui peringkat “pemicu stres” baik dalam kaitan dengan pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Survei ini digelar oleh lembaga konsultan perusahaan Croner di Inggris dalam rangka International Stress Awareness Day.

Hasilnya, kekhawatiran soal keuangan menempati urutan tertinggi penyebab stres. Menyusul kemudian, masalah dalam hubungan dan pencapaian keseimbangan antara hidup dan kerja.

Sementara, pemicu stres yang berkaitan dengan pekerjaan memang masuk juga dalam daftar peringat. Seperti, kerjaan yang menumpuk, jam kerja yang panjang, sampai soal gaji dan kerja jarak jauh. Tapi, hal-hal tersebut menempati urutan rendah.

Dua pertiga pekerja menyatakan, urusan sehari-hari dalam kehidupan di rumah lebih membuat “pusing” dibandingkan apa yang harus mereka hadapi di kantor. Kendati sedemikian, lebih jauh survei itu mengungkapkan, sebagian besar karyawan pernah mengalami stres di tempat kerja. Hanya 14% yang mengaku tidak pernah dipusingkan dengan urusan kerjaan di kantor.

Gillian Dowling dari Croner seperti dikutip management-issues.com mengatakan, “Meskipun faktor pekerjaan menempati urutan rendah dalam memicu stres, masalah satu ini masih menjadi isu besar bagi pengusaha untuk mengatasinya seperti mereka melakukannya untuk risiko kesehatan lainnya di tempat kerja.”

Tags: