Pekerja Muda Mendengarkan Musik di Tempat Kerja

Seiring munculnya generasi baru sumber daya manusia yang mulai mengisi perusahaan-perusahaan, muncul pula kecenderungan perilaku baru yang terlihat di ruang-ruang kerja. Salah satu yang paling menarik untuk diamati adalah kegemaran kalangan pekerja muda mendengarkan musik di saat mereka bekerja.

Sebuah perusahaan penyedia jasa rekrutmen yang berpusat di Amerika, Spherion Corp melakukan survei dan menemukan bahwa pekerja muda lebih suka memasang headphone saat duduk di kantor-kantor mereka, dibandingkan dengan sekerja mereka yang berusia lebih tua. Spherion mensurvei 1.613 orang karyawan dewasa berusia di atas 18 tahun.

Hampir separo dari pekerja dalam jenjang usia 25 hingga 29 tahun mengaku mendengarkan musik dari iPod, MP3 atau perlengakapan musik lainnya yang bersifat personal ketika mereka bekerja. Sementara, hanya 22 persen dari pekerja usia 50 hingga 64 yang melakukan hal yang sama. Secara keseluruhan, hampir satu pertiga pekerja mendengarkan musik di kantor.

Potensi Negatif

Sembilan dari 10 pekerja berusia 18 hingga 24 tahun dan 30 hingga 39 tahun percaya bahwa musik memacu kepuasan kerja dan produktivitas mereka. Namun, menurut Vice President Spherion bidang Pengembangan Bakat Nancy Halverson, diperbolehkannya penggunaan perangkat musik personal di kantor hendaknya diikuti dengan adanya semacam pengawasan dari pihak perusahaan.

“Layaknya bentuk-bentuk teknologi baru lainnya yang masuk ke tempat kerja, perangkat musik personal secara negatif berpotensi mempengaruhi kinerja dan keamanan di tempat kerja,” kata Halverson.

Dia pun menyarankan, mintalah karyawan yang bersangkutan untuk mengecilkan volume, sehingga tetap memungkinkan bagi mereka untuk berinteraksi dengan rekan sekerja. Di samping, agar mereka tetap bisa mendengar bunyi telepon atau dalam situasi khusus alarm kebakaran. Dan, demi keamanan komputer, perusahaan perlu membuat kebijakan berkaitan dengan download musik.

Tags: , ,