Pekerja Informal Juga Perlu Ikut Jamsostek

Hampir semua pekerja sektor informal belum mendapat perlindungan jaminan sosial tenaga kerja atau Jamsostek. Padahal, dengan Jamsostek, mereka bisa mendapat jaminan sosial mulai dari kecelakaan kerja, kesehatan, hari tua, hingga kematian, sehingga bisa lebih tenang bekerja.

Saat ini, dari 104 juta pekerja, sebanyak 67 juta di antaranya bekerja di sektor informal. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno di Jakarta, Rabu (6/5/09) menegaskan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 24 Tahun 2006 menjadi landasan hukum bagi pekerja informal.

Oleh karena itu, pekerja informal dapat mendaftar sebagai peserta Jamsostek walau tidak memiliki majikan atau perusahaan. ”Depnakertrans mengalokasikan dana subsidi iuran Jamsostek bagi 6.000 pekerja informal selama setahun. Kami berharap mereka melanjutkan membayar iuran sendiri setelah menikmati manfaat program Jamsostek,” kata Erman seperti dikutip Kompas.

Tahun ini, ditargetkan 20.000 pekerja informal mendapat subsidi. Pekerja informal yang sudah menikmati program ini adalah pedagang bakso, tukang ojek, dan pekerja seni. ”Kini ada 350.000 pekerja informal peserta Jamsostek,” ujar Erman seraya berharap, Manajemen PT Jamsostek (Persero) bisa menambah kepesertaan pekerja informal 150.000 orang tahun ini.

Jumlah peserta aktif dari pekerja formal saat ini mencapai 8 juta orang.
Tenaga Kerja yang Terserap Sementara itu, tahun ini Depnakertrans mengantongi dana program penyerapan tenaga kerja dari APBN sebesar Rp 2,9 triliun. Dengan angka itu, Depnakertrans memperkirakan hanya mampu menyerap 2,6 juta orang tenaga kerja.

Erman Suparno dalam kesempatan terpisah mengatakan, sebenarnya ada peluang terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja pada tahun ini dengan adanya kebijakan stimulus ekonomi. Stimulus dengan nilai total Rp 77,3 triliun itu, Rp 300 miliar di antaranya diserahkan kepada Depnakertrans untuk mendongkrak jumlah penyerapan tenaga kerja dan juga kualitas tenaga kerja.

Namun, kata Erman, Rp 68 miliar di antarnya saat ini masih diberi tanda bintang alias tidak direalisasikan hingga saat ini. Sebelumnya, Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono menuturkan, pemerintah memperkirakan hampir 1 juta tenaga kerja yang bakal terserap secara langsung dengan adanya stimulus infrastruktur. “Yang tidak langsung lebih banyak,” kata dia.

Tags: