Pekerja Berpendidikan SD Masih Dominan

Pekerja dengan pendidikan terakhir sekolah dasar (SD) ke bawah jumlahnya masih mendominasi dunia ketenagakerjaan di Tanah Air, yakni sebanyak 55,43 juta orang atau 53,05 persen dari total jumlah pekerja yang tercatat per Februari 2009. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta akhir pekan lalu.

“Bagaimana pekerja kita mau berkualitas, karena yang pendidikannya SD ke bawah itu di atas 50 persen dari jumlah pekerja. Ini warisan yang tidak bisa diapa-apakan, kita tinggal tunggu mereka tutup usia saja baru bisa berkurang,” ujar Rusman. Lebih jauh, Rusman merinci pendidikan angkatan kerja Indonesia sebagai berikut:

— SMP: 19,5 juta orang

— SMA: 15,13 juta orang

— SMK: 7,19 juta orang

— Diploma I, II, III: 2,68 juta orang

— Universitas: 4,22 juta orang.

Peningkatan

Dalam kesempatan yang sama Rusman juga mengungkapkan bahwa per Februari 2009 hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja, jika dibandingkan dengan Februari 2008. Pengecualian terjadi pada sektor konstruksi yang turun 120 ribu orang, dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang turun sebanyak 60 ribu orang.

“Transportasi kebanyakan dari informal, pengojek-pengojek yang mulai menurun,” jelas Rusman. Sedangkan, sektor yang mengalami kenaikan lapangan kerja terbesar adalah perdagangan (naik 1,16 juta orang), jasa kemasyarakatan (naik 830 ribu) dan pertanian (naik 340 ribu orang).

Lebih jauh Rusman memaparkan tentang angka pengangguran terbuka selama Februari 2009 yang tercatat turun menjadi 8,14%. Sebagai pembanding, pada Agustus 2008, angka pengangguran terbuka mencapai 8,39% dan pada Februari 2008 sebesar 8,46%. Perlu diketahui, jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 113,74 juta orang, bertambah 1,79 juta orang dibanding Agustus 2008. Dan, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2009 mencapai 104,49 juta atau bertambah 1,94 juta orang dibandingkan Agustus 2008.

“Kalau tidak ada slowdown ekonomi, mungkin penurunan pengangguran ini akan lebih besar. Karena ada slowdown ini, maka akan menahan penurunan tingkat pengangguran di Indonesia,” jelas Rusman seraya menunjuk, masyarakat sudah telanjur risau dengan PHK sehingga berpikir krisis akan menyebabkan angka PHK membludak. “Padahal data Depnakertrans baru 51 ribu orang. Jadi itu kan tidak ada apa-apanya dengan jumlah pekerja yang jumlahnya 104,49 juta orang itu. Jadi memang belum ada apa-apanya, kita jangan melebih-lebihkan,” kata Rusman.

Tags: