“Paket Hemat”, Strategi HR Indonesia Hadapi Krisis

Suasana “paket hemat” tengah ditempuh oleh divisi HR berbagai perusahaan di Indonesia pada masa krisis saat ini. Efisiensi biaya sangat kentara. Mengurangi penerimaan tenaga kerja baru menempati porsi prioritas. Di luar itu, mereka juga melakukan efisiensi biaya di segala lini yang berkaitan dengan SDM.

Demikian salah satu hasil survei “HR Excellence 2009” yang diselenggarakan oleh Majalah Swa bekerja sama dengan Lembaga Manajemen FEUI dan Human Resource Indonesia (HRI). Survei melihat, di masa krisis, sepintas para pengelola SDM di perusahaan kembali pada peran tradisional, disibukkan dengan urusan administratif dan menekan biaya terkait pengembangan karyawan.

Selintas pula, hal itu bisa dimaklumi sebab keadaan sedang tidak bersahabat. Bahkan pada titik-titik tertentu, perusahaan sebesar Indosat pun mesti menyiasati. Dalam urusan pelatihan misalnya, “Tahun ini lebih sedikit yang dikirim. Berdeba dari tahun lalu, banyak peserta pelatihan yang dikitim sampai ke Harvard Business School dan lainnya,” ungkap Division Head Learning & Capabilities Management PT Indosat Tbk Gandung A Murdani.

Krisis finansial global saat ini memang menyebabkan banyak perusahaan harus ekstra berhemat dengan dana ekstra terbatas yang mereka miliki. Hal ini dibenarkan oleh konsultan pengembangan SDM dari Multi Talent Indonesia Irwan Rei. “Dari sisi SDM, ini juga berarti faktor ‘at the right cost’ dari proses attracting, retaining, developing, motivating-nya menjadi lebih diperhatikan,” papar dia.

Untungnya, di tengah desakan pragmatisme, tak semua peran strategis terabaikan. Sebagai mitra bisnis dan agen perubahan, 25% HR tetap mengintensifkan program pelatihan dan pengembangan, serta mengelola talenta. Maknanya, pekerjaan mencetak pemimpin bisnis tetap menjadi tugas premium divisi HR.

Riset dilakukan pada 7 – 27 April 2009 dan direspon oleh 33 partisipan, dari kalangan direktur hingga general manager HR, dengan mayoritas berlatar belakang industri manufaktur (30,3%). Faktanya, seperti dilaporkan Swa edisi terbaru, 6 – 15 Juli 2009, mengelola para talenta memang menjadi isu strategis yang tetap mengemuka di kalangan sejumlah pengelola HR.

Menurut VP, Chief Corporate Organization & HC Development PT Astra Internasional Tbk FX Sri Martono, kaderisasi pemimpin bahkan menempati posisi teratas ketika ditanya, isu strategis apa yang dihadapi HR. ‘Kebutuhan pemimpin bisa muncul kapan saja, dan bisnis tidak bisa menunggu. Tidak bisa dilakukan mendadak atau sebagai sambilan,” kata dia.

Tags: