Pajak Otomotif Naik, PHK Mengancam

Niatan pemerintah untuk menaikan beberapa pajak di sektor otomotif dikhawatirkan akan mengundang fenomena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal. Sebab bila pemerintah menaikkan pajak, maka hampir bisa dipastikan penjualan mobil nasional akan mengalami penurunan. Akibatnya, produsen otomotif akan melakukan efisiensi.

“Kenaikan pajak akan membuat harga mobil naik sampai 18 persen. Ini kan tentu berbahaya,” ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran Toyota Yaris TRD di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (24/5/2010). “Kalau begitu caranya, kita efisiensi dengan kurangi karyawan,” tambah dia.

Johnny mengingatkan, di industri otomotif ada sekitar 2-3 juta karyawan sehingga pemerintah mestinya memikirkan nasib mereka juga. Di samping itu, langkah pemerintah yang berniat menaikkan pajak progresif, Bea Balik Nama hingga bea masuk dianggap akan menjatuhkan industri otomotif nasional.

Niatan pemerintah untuk menaikan pajak itu menurut Johnny lebih banyak negatifnya daripada mencapai niat positif untuk mengurangi kemacetan atau membebani pajak untuk orang kaya. “Bukan masalah kalau barang mewah, tapi lihat mobil seperti Avanza, APV atau Xenia. Apakah itu mobil mewah? Tidak,” tegas dia.

“Kita pernah menaikan Bea Balik Nama) pada 2005, tidak besar, tapi efeknya market kita drop sampai 20 persen,” kenang Johhny seperti dilaporkan Detikcom.

Tags: ,