Outsourcing Sulit Dihilangkan

Gara-gara muncul dalam debat calon presiden, isu outsourcing kembali naik daun. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi pun tak kurang jadi ikut angkat bicara. Dia mengatakan bahwa sistem outsourcing dalam kegiatan usaha sulit dihilangkan.
"Sistem kerja outsourcing tersebut sebenarnya dibutuhkan oleh para pengusaha," kata Sofyan di sela seminar "Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis" di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Selasa (30/6/09).
Sofyan memaparkan, tidak semua proyek yang ada dalam suatu perusahaan dikerjakan dalam jangka waktu panjang, dan tidak semua perusahaan memiliki divisi yang khusus membidangi bagian terkecil. Itulah sebabnya, dibutuhkan tenaga outsourcing.
"Yang bukan bagian dari inti dari perusahaan itu yang ditangani pihak outsourcing, semisal untuk mencari tenaga keamanan atau cleaning service," terang dia.
"Saya pribadi juga tidak suka dengan sistem ini karena merugikan kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan pekerja," sambung dia. Oleh karenanya, Sofyan memberikan jalan tengah dengan menyarankan bahwa yang mesti dilakukan adalah membenahi sistem perundang-undangan mengenai tenaga kerja.
Pembenahan yang disarankan itu meliputi upah minimum regional, pesangon hingga jangka waktu pekerja.
Isu outsourcing muncul dalam debat putaran kedua para calon presiden yang dimoderatori oleh ekonom Aviliani. Menurut Sofyan, jika ada calon presiden maupun calon wakil presiden yang melontarkan janji akan menghapus sistem outsourcing, itu hanya politis semata.

Tags: