Outsourcing Membantu Pemerintah Mengatasi Pengangguran

faridaidid

Praktek Outsourcing kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Baru-baru ini desakan untuk menghilangkan perusahaan outsourcing di Indonesia kembali mencuat. Sebenarnya apa yang dilakukan perusahaan outsourcing sehingga acap kali menjadi momok yang menakutkan bagi karyawan. Simak perbincangan kami dengan Farid Aidid yang sudah berkecimpung di dunia outsourcing kurang lebih 20 tahun.

Banyak yang mengira outsourcing adalah wadah penyediaan tenaga kerja yang bisa menghemat perusahaan untuk mendapatkan seorang talent. Perusahaan biasanya ingin menekan budget sekecil-kecilnya untuk menggaji karyawan sehingga mengambil jasa outsourcing tersebut. Padahal bukan itu tujuan dari praktek outsorcing dalam dunia ketenaga kerjaan. Menurut Farid jika perusahaan ingin ingin mendapatkan jasa murah dengan mengoutsource karyawannya, berarti perusahaan itu keliru.

“Outsourcing itu bukan untuk murah-murah, karena pada praktek sebenarnya semua hak karyawan outsourcing dengan karyawan tetap sama, yang membedakan hanya kurun waktu kerjanya,” ujar Farid.

Hak dan fasilitas untuk karyawan outsourcing dengan pegawai tetap yang berada di posisi yang sama seharusnya dibagikan sama rata oleh perusahaan.

“Mereka mendapatkan jaminan kesehatan, libur cuti yang sama dengan karyawan tetap, seharusnya perusahaan tahu hal itu, jika ada karyawan yang merasa dicurangi, silakan melapor ke lembaga terkait,” ujar Farid.

Farid menegaskan tujuan outsourcing bukan untuk penghematan jangka pendek melainkan jangka panjang. Di mana perusahaan bisa terbantu karena tidak mengurus pengawasan dan manajemen pegawai untuk sementara waktu.

“Keuntungannya manajemen akan bisa lebih fokus karena diatur oleh perusahaan outsourcing,” tutut Farid.

Kebanyakan jasa outsourcing digunakan oleh proyek yang sifatnya temporer, untuk itu menurut Farid solusi menggunakan penyediaan jasa ini bisa membuat program tersebut berjalan lebih efisien dan tepat waktu. “Proyek-proyek besar itu kan memerlukan banyak karyawan untuk sementara waktu, kalau mereka dijadikan karyawan tetap semuanya maka perusahaan akan mengalami resiko, jadi mereka mengambil jasa outsourcing,” ujar Farid.

Selain itu kelebihan menjalankan praktek outsourcing dengan benar akan membantu para lulusan baru yang belum pernah bekerja. “Orang-orang yang baru lulus, biasanya akan ditanya pengalaman kerja, di kami mereka akan ditampung dan diberikan pelatihan singkat sehingga mereka siap ditempatkan di perusahaan atau klien kami,” ujar Farid.

Masih banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia, seharusnya jasa outsorcing semakin dibutuhkan, karena menurut Managing Director Advanced Career Indonesia ini wadah penyalur tenaga kerja bisa menjadi sarana pemerintah mengurangi pengangguran. “Pada intinya perusahaan-perusahaan outsourcing yang benar ini membantu pemerintah di dalam mengatasi pengangguran,” tegas Farid.

“Karena ribuan pelamar yang baru lulus, kami tampung dan kami interview. Setelah mereka terlatih, maka otomatis perusahaan akan mendapatkan tenaga yang baru tetapi sudah terlatih,” tambah Farid.

Apa saja klasifikasi perusahaan Outsourcing yang benar itu? dan sampai kapan penyimpangan Praktek Outsourcing akan terus terjadi di Indonesia, simak liputan kami selanjutnya di PortalHR.com.

Farid Aidid akan menjadi salah satu pembicara seminar sehari “Revamp The Outsourcing Regulations? Haruskah Merubah Kebijakan Outsourcing” yang diselenggarakan oleh People Institute di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, pada 28 November 2012 ini. (*/@nurulmelisa)

Tags: ,