Outsourcing Belum Jadi Pilihan Lulusan Baru

Perusahaan-perusahaan outsourcing sebagai salah satu penghubung antara tenaga kerja dengan dunia bisnis belum menjadi pilihan bagi para fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan. Padahal, outsourcing menjanjikan banyak keuntungan bagi karyawan.

Demikian diungkapkan oleh Farid Aidid dan Malla Latif, pendiri perusahaan outsourcing Advance Career dalam acara Indonesia Career Conference yang digelar oleh Universitas Bina Nusantara di Jakarta, Rabu-Kamis (13-14/5/07).

“Kalau ditanya apakah outsourcing menarik bagi para lulusan baru, jawabnya memang belum, tapi sudah mengarah ke sana,” ujar Malla yang juga Wakil Pemimpin Umum Majalah Human Capital itu.

Menurut Malla, perusahaan outsourcing merupakan pilihan untuk mencari pekerjaan, bahkan bukan hanya bagi lulusan baru. Melainkan, bisa menjadi alternatif bagi lulusan angkatan-angkatan sebelumnya.

Ditegaskan, perusahaan outsourcing bukan sekedar penyalur tenaga kerja, tapi juga menjalin hubungan yang dinamis karena berkaitan dengan faktor manusia. “Jadi, dalam outsourcing tidak hanya terjadi transfer orang melainkan juga pemindahan suatu proses kerja,” papar dia seraya menyebut industri kartu kredit sebagai contoh.

Sehingga, dalam perkembangannya, lanjut Malla, outsourcing sudah melangkah lebih jauh menjadi Business Process Outsourcing dan bahkan belakangan berkembang lagi dengan adanya Knowledge Process Outsourcing.

“Globalisasi tak terelakkan, kompetensi-kompetensi utama bisnis juga terus bergeser sehingga outsourcing mau tak mau harus dilakukan jika perusahaan ingin bertahan dalam situasi yang hiper-kompetitif,” simpul Malla.

Sementara, bagi lulusan baru yang mau memasuki perusahaan outsourcing, Malla meyakinkan bahwa keuntungan yang didapat cukup banyak. “Selain tentunya pendapatan dan pengalaman kerja di perusahaan terkemuka, memasuki perusahaan outsourcing merupakan kesempatan pertama untuk membuka pintu networking.”

Baik Malla maupun Farid Aidit menyayangkan bahwa masih banyak orang yang menyalahpahami bisnis outsourcing. Dalam berbagai demo memperingati Hari Buruh Internasional beberapa waktu lalu misalnya, banyak suara yang menuntut penghapusan outsourcing.

“Yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengatur perusahaan-perusahaan outsourcing itu, diberi peraturan yang jelas dan mereka harus mentaati agar tidak merugikan karyawan,” saran Farid.

Tags: