Otomatisasi Sistem Bantu Orang HR Fokus ke Strategis

Banyak orang HR yang masih gamang dengan teknologi Human Resource Management System (HRMS) karena berpikir bahwa otomatisasi akan membuat mereka “kehilangan pekerjaan”. Padahal, justru sebaliknya, otomatisasi sistem akan membuat mereka menjadi lebih fokus pada hal-hal yang bersifat strategis.

“Banyak staf HR di perusahaan yang berkata, kalau semua sudah diotomatisasi, lalu kerjaan saya apa? Padahal, dengan bantuan teknologi, mereka jadi punya banyak waktu untuk program-program pengembangan karyawan,” ujar Direktur Andal Software Indra Sosrodjojo dalam perbincangan dengan PortalHR.com di Jakarta, Kamis (10/4/08).

Sebagai produsen perangkat lunak untuk mengelola sistem HR, Indra melihat masih cukup tingginya resistensi orang terhadap perubahan, termasuk di kalangan orang HR yang cenderung belum siap berubah. “Di samping itu, banyak yang masih menganggap teknologi itu sesuatu yang sulit, butuh skill tinggi,” ujar dia.

Belum lagi, tambah Indra, banyak perusahaan yang masih memiliki persepsi bahwa teknologi itu mahal. Sehingga, sejauh masih bisa dilakukan, mereka akan mempertahankan cara-cara lama, misalnya dengan pengerjaan manual yang didukung tenaga kerja yang murah. Atau, kalau tidak, ada perusahaan yang mencoba membuat sistem sendiri, yang dalam hemat Indra justru tidak efektif.

“Membuat sistem otomatisasi HR sendiri itu selain butuh waktu lama, jatuhnya juga justru lebih mahal,” kata dia seraya menerangkan, saat ini para praktisi HR tidak perlu khawatir membeli software HRMS karena pilihan produk yang ditawarkan di pasaran semakin banyak.

“Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, apakah kita perlu software untuk payroll, absensi, administrasi karyawan, perhitungan bonus hingga pajak,” papar Indra seraya mengaku bahwa perusahaan yang dipimpinnya saat ini berupaya memperkuat produksi software HR-nya sehingga bisa menjadi industri, dan sampai ke konsumen dengan harga yang murah.

Lebih jauh, kepada kalangan HR Indra memberikan tips memilih produsen software HR sebelum memutuskan untuk membeli. “Cari yang bisa dipercaya. Biasanya yang populer dan punya banyak klien itu berarti terpercaya. Dan, focus on business not on technology, artinya pertimbangkan keuntungannya bagi bisnis dan bukan demi keunggulan teknologi itu sendiri.”

Tags: