Otomatisasi Payroll Tingkatkan Efisiensi di Masa Krisis

Kebutuhan perusahaan atas perangkat lunak untuk mengelola payroll secara otomatis menjadi semakin mendesak ketika dunia usaha dihadapkan pada kondisi krisis keuangan global yang melanda belakangan ini. Lebih-lebih jika aplikasinya telah disesuaikan dengan peraturan perpajakan di Tanah Air, maka perusahaan akan merasakan efisiensi yang siginifikan.

Memang, yang terjadi secara umum, kondisi krisis menjadi alasan bagi perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya termasuk belanja IT. Namun, menurut Direktur PT Andal Software Indra Sosrodjojo, krisis seharusnya justru merupakan momentum untuk membenahi anggaran belanja IT.

“Membenahi itu bisa diartikan menaikkan. Sebab otomatisasi yang dimungkinkan dengan penggunaan software pada akhirnya bisa memberikan efisiensi baik dalam segi biaya maupun waktu,” ujar Indra saat meluncurkan Andal Kharisma 2009 di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (16/10/08).

Andal Kharisma 2009 merupakan aplikasi pengelolaan payroll pertama buatan perusahaan lokal Indonesia yang dikembangkan oleh Andal Software selama dua tahun. Indra menyebutnya sebagai terobosan baru karena dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan sistem perpajakan di Tanah Air.

“Dengan hanya memasukkan data-data transaksi kepegawaian, software ini akan bekerja secara otomatis, jadi tidak ada proses lagi, sistem yang akan bekerja. Dengan begitu kerja HR akan sangat efisien,” papar Indra seraya menekankan soal efisiensi tersebut dengan mengatakan, pihaknya menawarkan sistem sewa untuk perusahaan dengan jumlah karyawan yang relatif sedikit (di bawah 100 orang).”Perusahaan bisa menyewa sesuai kebutuhan, jadi tidak harus menyewa semua fitur yang ada,” tambah dia.

Sensitif

Selain faktor efisiensi, penggunaan software untuk mengelola payroll juga semakin dirasa wajib karena segala urusan yang berkaitan dengan gaji karyawan biasanya sensitif. “Salah sedikit saja bisa jadi masalah serius,” ujar HRD&GA Manager PT Wincor Mixdorf Lea Januar. Lea termasuk pemimpin HR yang menyadari benar pentingnya otomatisasi payroll.

Oleh karenanya, untuk menangani urusan penggajian 60 orang karyawan di perusahaan asing pembuat mesin ATM tersebut, dia mempercayakannya pada teknologi.
“Penghematannya cukup besar. Daripada, misalnya kita harus hireseorang progamer khusus untuk membuat sistem penggajian sendiri,” ujar Lea yang sejak Januari lalu menyewa Andal Kharisma 2009 itu.

Tags: