Orang HR Jangan Mudah Panik

Dalam menghapi situasi bisnis yang semakin sulit menyusul kenaikan harga BBM dan krisis energi listrik saat ini, HR harus mampu tampil ke depan untuk menenangkan perusahaan. Dan, bukannya justru sebaliknya, panik dan mengambil langkah-langkah yang meresahkan karyawan.
Demikian diungkapkan Vice President Director Marketing & Operation PT United Tractors Paulus Bambang WS di tengah presentasinya dalam acara Good Morning Partner Offline Second Gathering di Hotel Intercontinental Midplaza, Jakarta, Rabu (6/8/08).
“Tidak perlulah sampai memangkas ini-itu, mengurangi ini-itu bahkan sampai mem-PHK karyawan. Jangan. Baru (harga BBM) naik 28 persen saja sudah begitu, bagaimana kalau nanti naiknya sampai 50%?” ujar Paulus.
Pesan yang disampaikan penulis buku laris Built to Bless tersebut memang sangat relevan dengan kondisi dunia kenetagakerjaan saat ini. Pasca-kenaikan harga BBM secara global, banyak perusahaan mengalami kesulitan, yang tentunya berdampak pada karyawan.
Berkaitan dengan hal tersebut, sebuah survei baru yang dilakukan oleh Lloyds LTD di Inggris menyimpulkan, rasa aman karyawan terhadap pekerjaannya semakin menurun. Survei yang melibatkan 2000 karyawan itu menemukan, lebih dari seperempat karyawan merasa pekerjaan mereka sekarang kurang aman dibandingkan tahun lalu.
Secara umum, hampir dua pertiga responden mengatakan, prospek dunia ketenagakerjaan saat ini semakin buruk. Para karyawan juga mengkhawatirkan bawah harga bahan kebutuhan pokok dan BBM masih akan naik lagi di masa mendatang.

Tags: