Oracle Siap Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Bisnis

Selama ini, kalangan dunia usaha selalu mengeluh bahwa lulusan perguruan tinggi tidak siap kerja. Sementara, kalangan universitas sendiri merasa tidak memiliki perangkat yang memadai untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan bisnis. Untuk menjembatani kesenjangan itu, Oracle meluncurkan program Oracle Academy di 20 perguruan tinggi.
Managing Director Oracle Indonesia  Adi J.Rusli mengatakan, setiap tahun perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, dan itu menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat pengangguran.
"Di sinilah ingin kami bidik. Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk melengkapi pengetahuan bisnis dan teknologi informasi untuk mahasiswa," ujar Adi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/2/09).
Selain itu, Adi juga melihat adanya mentalitas di kalangan mahasiswa bahwa setelah lulus dari perguruan tinggi, tujuannya hanyalah mencari kerja. "Dengan program ini, setelah lulus perguruan tinggi diharapkan para mahasiswa bukan hanya bertujuan mencari kerja, tapi juga mampu menciptakan tenaga kerja," ujar dia.
Dicontohkan, banyak aplikasi untuk telepon selular yang beredar di pasaran merupakan hasil karya para mahasiswa.
Lebih jauh Adi mengungkapkan, program Oracle Academy merupakan wujud komitmen perusahaan yang dipimpinnya untuk memberi tanggung jawab sosial kepada komunitas atau masyarakat.
Sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah bergabung dalam program tersebut antara lain Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Institut Teknologi Telkom, Universitas Parahyangan, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Budi Luhur.
Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Professor Richardus Eko Indrajit, saat ini ada ketidaksesuaian antara tenaga kerja yang dibutuhkan di dunia industri, dengan lulusan perguruan tinggi.
Salah satu penyebabnya, perkembangan teknologi baru yang sangat cepat. "Setiap 6 menit ada teknologi baru," ujar dia.