Musim PHK Tiba, Demo dan Mogok Marak

Ratusan buruh PT Kymco Lippo Motor Indonesia (KLMI) di Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/12) berunjuk rasa memprotes tindakan manajemen yang telah mem-PHK mereka. Sementara, hari ini, Rabu (10/12), ratusan buruh PT Baju Indah I, Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat mogok karena pengurangan jam kerja yang berujung pada pengurangan upah.

Para buruh Kymco berkumpul sejak sekitar pukul 07.00 di depan pabrik KLMI di Jl Angsana Raya, kawasan industri EJIP. Mereka membentangkan sejumlah spanduk yang isinya mengecam tindakan manajemen KLMI telah melakukan PHK. Setelah menggelar serangkaian orasi, sebagian besar buruh satu demi satu melepas pakaian seragam kerja dan mengumpulkannya di depan gerbang pabrik dan membakarnya.

Tidak ada satu pun dari pihak manajemen PT KLMI yang bersedia menerima para buruh, sementara pihak keamanan perusahaan tampak menjaga ketat dan menutup rapat gerbang perusahaan. “Kami tidak menerima kehadiran media,” kata Kepala Keamanan PT KLMI Warsito ke arah wartawan yang berusaha meminta tanggapan pihak manajemen PT KLMI.

Kompas.com melaporkan, unjuk rasa berlangsung hingga sekitar pukul 09.00. Para buruh lalu bergerak dan kembali menggelar aksi di depan pabrik PT San Ching, perusahaan modal asing asal Taiwan. Para buruh menganggap keputusan PT San Ching yang tidak lagi bersedia memasok suku cadang membuat KLMI pailit sehingga akhirnya memutuskan melakukan PHK terhadap para buruhnya.

Selama ini, KLMI menerima beberapa bagian suku cadang yang dipasok PT San Ching untuk produk sepeda motor Kymco. Suku cadang tersebut mencakup, di antaranya, peredam kejut (shock absorber) dan perangkat jok. Namun, sejak beberapa bulan lalu, pasokan PT San Ching ke KLMI terhenti sehingga memengaruhi produksi perakitan motor KLMI.

Dipulangkan Lebih Awal

Sejak pagi ratusan buruh PT Baju Indah I yang masuk shift pertama berkumpul di depan gerbang Kompleks Daihan Industrial Estate. Mereka tak bersedia masuk kerja sebelum perusahaan bersedia membayar upah secara penuh. Supervisor Quality Control PT Baju Indah I Anita mengatakan, beberapa bulan terakhir upah buruh tidak dibayar penuh.
“Puncaknya dua minggu terakhir. Karena tak ada order, sebagian buruh dipulangkan lebih awal. Namun, upahnya dikurangi sesuai jam pulang,” kata Anita.

Hampir 90 persen dari 900 buruh PT Baju Indah I yang merupakan tenaga kontrak juga tidak menerima gaji penuh karena uang lembur dipotong. Buruh juga dikenai potongan pajak penghasilan kendati gaji pokok buruh hanya Rp 575.000 per bulan.

Sementara itu dari luar negeri dilaporkan, perusahaan raksasa Sony berencana mem-PHK 8.000 karyawan dan menutup 10 persen dari 57 pabrik manufakturnya di berbagai penjuru dunia. PHK akan dilakukan per April 2010, namun belum dirinci wilayah mana saja yang akan terkena imbas PHK ini.

“Kami baru mulai me-review masing-masing negara, operasional bisnis, manufaktur dan penjualan, jadi daftar regionalnya masih dalam tahap review,” kata salah seorang juru bicara Sony seraya mengungkapkan juga bahwa Sony akan meng-outsource bisnis semikonduktornya ke pihak lain dan memangkas investasi di bisnis elektronik hingga 30 persen.

Di tengah krisis keuangan global, permintaan terhadap produk baru elektronik Sony anjlok. Melalui langkah ini, Sony berharap dapat menghemat lebih dari 1,08 miliar dolar AS pada tahun fiskal mendatang.

“Inisiatif ini merupakan reaksi terhadap perubahan mendadak dan cepat di lingkungan ekonomi global,” kata Sony di situsnya. Sebelumnya, produsen ponsel nomer satu di dunia Nokia juga mengumumkan rencananya mem-PHK 600 karyawan menyusul melambatnya laju ekonomi global. Dilaporkan, sekitar 450 karyawan bagian produksi, penjualan dan marketing akan dipangkas, dan 130 karyawan di bagian pusat penelitian. Dan, salah satu pabrik Nokia di Turku, Finlandia akan ditutup.

Tags: