Muhammad Yunus: Semua Orang adalah Entrepreneur

Penerima anugerah Nobel 2006 bidang perdamaian Muhammad Yunus mengatakan, semua orang adalah entrepreneur atau wirausahawan. Dengan keyakinan seperti itu, bisa dipahami bahwa ia, lewat bank yang didirikannya sejak 1976, berani memberikan pinjaman kepada masyarakat kelas bawah tanpa jaminan, referensi maupun perjanjian apapun.

“Apa sih entrepreneurship itu sebenarnya?” Yunus balik bertanya ketika orang meragukan, bagaimana mungkin sistem kredit yang diciptakannya itu berhasil mengingat tidak semua orang memiliki jiwa kewirausahaan.

“Kita tak perlu bicara muluk-muluk. Masyakarat kelas bawah adalah orang-orang yang hidup dengan tantangan setiap hari. Orang yang jualan hot dog di kaki lima lebih entrepreneur dibanding siapapun. Mendapat pinjaman 50 dolar bagi seseorang untuk memulai sebuah usaha bisnis sama sulitnya dengan mendapatkan 50 juta dolar bagi yang lain,” tutur Yunus dalam wawancara dengan Majalah Fortune.

“Semua orang adalah wirausahawan. Masalahnya hanyalah, banyak orang tidak pernah menemukan bakat dan tujuan mereka,” tambah dia. Muhammad Yunus (66), ekonom dan bankir bergelar Ph.D asal Bangladesh, memenangkan hadiah nobel perdamaian yang diumumkan Jumat (13/10/06) pekan lalu. Anugerah senilai 10 juta kronor atau Rp 12,6 miliar itu sekaligus diberikan kepada lembaga keuangan yang didirikannya, Bank Grameen yang dinilai berjasa meningkatkan taraf sosial ekonomi masyarakat kelas bawah.

Lebih jauh mengenai entrepreneurship, Yunus memaparkan bahwa Grameen kini telah melebarkan sayap bisnisnya, tidak hanya sekedar perbankan. “Kami mendirikan perusahaan bernama Grameen Telecom yang bertujuan membawa telepon seluler ke masyarakat pedesaan untuk menunjang usaha bisnis mereka.”

Persoalan muncul ketika berhadapan dengan fakta bahwa 70 persen masyarakat Bangladesh belum terjangkau listrik. “Kami memecahkannya dengan energi mahatari, ini menjadi bisnis Grameen yang lain,” jelas Yunus seraya menegaskan, bahwa semua itu merupakan bisnis sosial dan bukan usaha yang mengejar keuntungan maksimal.

Dari perusahaan energi matahari, Yunus terus berinovasi untuk memberi penguatan pada sumber daya manusia di negerinya. Terakhir, ia mendirikan bisnis yogurt di bawah bendera Grameen Danone Foods yang akan memulai produksinya November 2006.

“Kami akan memproduksi yogurt yang sehat, dengan vitamin, untuk meningkatkan gizi masyarakat. Akan dibuat semurah mungkin sehingga orang paling miskin pun bisa membelinya. Kami ingin sesuatu yang lokal, yang bisa ditiru semua orang sehingga kepemilikannya tidak akan jatuh ke tangan orang lain,” tutur Yunus seraya mengabarkan bahwa bintang sepak bola Zidane akan datang untuk memeriahkan acara pembukaan pabrik tersebut.

Tags: ,