Meretensi Karyawan dengan Cuti Panjang

Satu dari 5 pekerja di Inggris sekitar 5,5 juta dilaporkan sedang merencanakan untuk mengambil cuti panjang dari pekerjaan mereka. Demikian menurut survei yang dilakukan Direct Line Travel Insurance. Hampir separo dari mereka didorong oleh keinginan untuk bertamasya ke luar negeri.

Sementara, sepertiga lainnya mengaku perlu istirahat dari rutinitas, dan seperempatnya lagi merasa tertekan dengan kehidupan modern. Survei menemukan bahwa kaum pengusaha di Inggris makin terbuka dengan ide tentang cuti panjang, dengan seperempat karyawan kini bekerja untuk organisasi-organisasi yang menyediakan cuti panjang sebagai benefit.

Sektor publik, keuangan dan industri asuransi tercatat sebagai yang paling mendukung, dengan 4 dari 10 karyawan leluasa mengambil banyak waktu untuk cuti. Hal yang sama dirasakan oleh sepertiga staf bidang IT dan sektor telekomunikasi, dan seperempat karyawan dari bidang layanan kesehatan.

Fasilitas cuti panjang juga menguntungkan pengusaha untuk mendukung usaha rekrutmen dan retensi karyawan mereka. Seperempat dari partisipan survei cenderung lebih suka bekerja untuk perusahaan yang menyediakan cuti panjang. Sedangkan, sepertiga mengaku akan lebih betah di perusahaan tempat mereka bekerja jika tahu mereka bisa mengambil cuti panjang.

Tentu saja pengecualian selalu ada. Survei menemukan fakta bahwa banyak pengusaha masih “alergi” dengan ide tentang cuti panjang untuk karyawan. Lebih dari satu dari 10 karyawan yang telah mengambil cuti panjang mengaku, pengusaha mereka keberatan. Dan, dua pertiga mengungkapkan, bos mereka bahkan mencoba melarang.

Tapi, pengusaha semacam itu agaknya akan segera menyadari bahwa sikap mereka kontraproduktif. Survei membuktikan, hampir sepertiga karyawan mengundurkan diri dari perusahaan karena tidak adanya kemudahan untuk mengambil cuti panjang.

Direktur Direct Line Travel Insurance Chris Price mengatakan, “Dulu, cuti panjang mungkin dianggap suatu kemewahan, tapi kini makin banyak orang yang melakukannya untuk jalan-jalan ke luar negeri.”

“Tampaknya, perusahaan mulai menyadari makin tingginya kecenderungan itu dan kini banyak yang menyediakan fasilitas cuti panjang sebagai daya tarik dalam merekrut dan mempertahankan staf yang bagus,” tambah dia.

Tags: ,