Merekrut Karyawan Terbaik Perlu “Full Package”

Orang-orang terbaik tidak bisa didapatkan hanya dengan iming-iming reward yang menarik. Lebih-lebih dalam era manajemen yang penuh tantangan seperti sekarang ini, perusahaan perlu menyediakan sebuah “paket komplit” kalau ingin mendapatkan karyawan-karyawan terbaik. Apa saja isinya?

Menurut Managing Partner PT Amrop Hever Indonesia Irham Dilmy, “full package” itu terdiri atas sistem rekrutmen dan seleksi yang bagus, sistem retensi, perlakuan khusus terhadap “core people”, keselarasan antara ucapan dan perbuatan pimpinan perusahaan, serta adanya motivasi yang terus-menerus.

Berbicara pada salah satu sesi seminar di ajang HR Expo 08 yang digelar oleh Intipesan di Hotel Borobudur, Jakarta akhir pekan lalu, Irham berbagi pengalamannya sebagai konsultan pencarian eksekutif atau “head hunter”. Irham mengingatkan bahwa tantangan manajemen dewasa ini menuntut perusahaan untuk merekrut hanya orang-orang yang berkualitas tinggi, atau “top talent”. Untuk bisa menarik orang-orang seperti itu, perusahaan perlu meningkatkan daya tarik budaya dan lingkungan kerjanya.

Setelah itu, bagaimana caranya? Irham punya jurus yang jitu untuk merekrut dan meng-hireorang-orang terbaik. “Pikat mereka dengan sistem rekrutmen yang baik, yang mampu menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan Anda memang serius dalam menempatkan human capital sebagai competitive advantage.” “Intinya adalah bangun reputasi perusahaan, dan selanjutnya biarkan para kandidat datang sendiri,” tambah dia.

Lebih detail, Irham mengungkapkan bahwa dalam melihat seorang kandidat, faktor intelligence masih merupakan alat prediksi yang terbaik. Selanjutnya, perlu dilakukan serangkain tes untuk mengidentifikasi calon tersebut, agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Selain itu Irham juga berpesan, para rekruter harus bisa mendapatkan kesan pertama yang “benar” dari para calon. “Temukan kongruensi dari calon-calon tersebut dengan visi perusahaan. Dan, untuk menjaring kalangan fresh grads, perlu dilakukan kerjasama dengan pihak universitas,” ujar dia.

Irham juga mengingatkan bahwa menggaji rendah pada “new recruits” bukanlah kebijakan yang mengguntungkan. Sebaliknya, hal itu pada gilirannya justru akan merugikan perusahaan. “Gaji yang rendah bisa menimbulkan perilaku negatif yang ujung-ujungnya justru membebani organisasi dengan biaya tinggi,” kata dia.

Di samping itu, gaji rendah juga hanya akan membuat karyawan tidak bersemangat kerja, sering absen bahkan di perusahaan tertentu menimbulkan kasus-kasus pencurian.
Untuk posisi-posisi level pimpinan, Irham juga tidak menyarankan perusahaan terlalu sering meng-hire orang baru dari luar. “Itu tidak baik bagi kesehatan budaya perusahaan,” kata dia. Disarankan, perusahaan senantiasa menimbang dulu, apakah benar-benar perlu mencari orang baru.

Tags: ,