Merasa Liburan Kurang? Hijrahlah ke China atau Mesir

Bagi sebagian besar karyawan, hari ini adalah hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Lebaran. Tidak sedikit dari kita yang masih sulit menyesuaikan diri setelah lama berlibur, khususnya untuk kembali pada rutinitas bangun pagi dan berangkat bekerja kembali. Nah, harus pindah ke manakah kita bila ingin lebih banyak lagi hari libur?

Euro-monitor International membuat daftar negara-negara di dunia yang paling banyak liburnya. Indonesia ternyata jatuh pada urutan ke-empat.

Berikut ini daftar lengkapnya yang kami kutip dari Lilo Magazine.

1. China – 16 hari/tahun

Selain libur setiap Sabtu dan Minggu, karyawan di China juga menikmati berbagai hari libur di hari kerja termasuk Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, hari Buruh dan hari Nasional. Para pekerja asing juga bisa menikmati libur pada hari Natal. Mereka juga berhak atas jatah cuti selama satu atau dua minggu yang waktunya disepakati bersama antara karyawan dengan perusahaan.

2. Mesir – 16 hari/tahun

Hak cuti karyawan di Mesir umumnya 21 hari, dengan 16 hari libur nasional sepanjang tahun. Sebagian besar pegawai pemerintah mendapat kompensasi bila libur nasional jatuh pada akhir pekan. Perusahaan swasta juga seringkali memberikan cuti bersama pada hari di antara libur nasional dengan akhir pekan, dengan memotong jatah cuti karyawan.

3. India – 15 hari/tahun

Pegawai pemerintah menerima rata-rata 1 bulan jatah cuti per tahun sementara pegawai swasta mendapat antara 15 sampai 20 hari jatah cuti. Orang India senang mengambil cuti pada hari mendekati libur nasional sehingga mendapatkan libur yang lebih panjang.

4. Indonesia – 15 hari/tahun

Pemerintah Indonesia biasanya memberikan libur rata-rata 1 minggu kepada karyawan untuk merayakan Lebaran, dimana selama Lebaran ada kebiasaan untuk pulang ke kampung halaman/mudik.

5. Thailand – 15 hari/tahun

Karyawan berhak atas 40 hari jatah cuti: 10 hari untuk cuti personal, 10 hari untuk berlibur dan 30 hari cuti sakit. Ada setidaknya 13 hari libur nasional dan agama per tahun. Sebagian besar orang Thailand suka mengambil cuti setidaknya dua kali setahun untuk berlibur bersama anaknya yang libur semesteran, yaitu pada bulan April dan Oktober.

6. Maroko – 15 hari/tahun

Sebagian besar orang Maroko menghabiskan jatah cuti mereka dengan berlibur di Maroko saja, mengunjungi sanak keluarga atau hanya tinggal di rumah. Pada bulan Agustus mereka senang pergi ke pantai dan tak jarang menghabiskan dua hingga tiga minggu.

7. Malaysia – 14 hari/tahun

Malaysia mempunyai banyak hari libur setiap tahun. Karyawan biasanya berhak atas 14-24 hari cuti tahunan dan 30 hari cuti sakit. Sebagian besar libur diambil di sekitar awal dan akhir tahun untuk merayakan hari-hari seperti Deepavali, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru Imlek.

8. Korea Selatan – 13 hari/tahun

Warga Korea Selatan juga suka melakukan perjalanan-perjalanan domestik dengan memanfaatkan libur dan akhir pekan.

9. Chile – 13 hari/tahun

Di Chile, libur yang jatuh pada hari kerja akan dipindahkan ke hari Senin berikutnya, sehingga memberi kesempatan karyawan untuk mendapatkan akhir pekan yang lebih panjang.

10. Turki – 13 hari/tahun

Karyawan di Turki mendapatkan libur pada hari-hari libur keagamaan dan juga libur nasional. Ada dua festival keagamaan dan tiga hari libur nasional.

Tags: