Menyikapi Globalisasi Ala CEO GE Indonesia

Handry

Setelah persiapan yang memakan waktu hampir satu bulan, perhelatan PortalHR Summit 2012 pun akhirnya digelar di Ballroom Hotel Ritz Carlton Jakarta. Selasa pagi, sekitar pukul sembilan, Gatot Trihargo, Asdep Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufacturing, Kementerian BUMN, membuka acara tersebut setelah ratusan peserta yang terdiri dari professional SDM hadir dan memasuki ruangan.

Usai pembukaan, pembicara yang mendapat giliran pertama menyampaikan materi adalah Handry Satriago, CEO GE Indonesia. Sebagai pembicara pada sesi Opening Address, tema yang ia angkat bertajuk : “The New Talent Wave: Bring Your talent to The World Class”. Yang menarik sesi dari Handry ini bisa disaksikan secara live melalui http://portalhr.com/webinar.

Dalam sesi tersebut, Handry menyadarkan kita bahwa kini, kita tidak lagi hidup di satu negara, tetapi lebih luas sebagai bagian dari penduduk dunia. Dan itulah yang disebut sebagai era globalisasi. Yang pasti, perusahaan tidak hanya bisa tinggal diam dengan kondisi tersebut. Sejauh mana dampak globalisasi berpengaruh terhadap praktek bisnis di Indonesia? Berikut penjelasan Handy Satriago.

“Dalam perspektif global, kita harus memperhatikan tiga hal yang menjadi dampak dari globalisasi. Yang pertama adalah trend, lalu talent yang kita butuhkan dan yang terakhir adalah posisi ekonomi Indonesia di kancah dunia,” ungkap Handry.

Trend yang menjadi konsekuensi logis dari munculnya globalisasi adalah trend migrasi. Selanjutnya, migrasi ini berakibat pada disperse knowledge. Inilah yang kemudian menyebabkan pergeseran konsentrasi produksi, dan juga pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Sekarang, sebuah barang tidak lagi berlabel made in japan, atau China, atau Negara lain, yang ada adalah “made in the world”, ini karena setiap komponen barang didapat dari beberapa negara yang berbeda. Sedangkan mengenai pergeseran kekuatan ekonomi dunia, yang terlihat adalah suksesnya China sebagai The Biggest Manufacturing Country in The World dan India yang mulai menunjukan eksistensinya sebagai The Biggest Back Office Professional in The World.

Globalisasi juga membuat perusahaan harus meng-upgrade strateginya dalam memilih talent. Menurut Handry, memilih telent yang tepat untuk menghadapi globalisasi perusahaan dapat mengikuti pedoman-pedoman antara lain, (1) semakin marak globalisasi, semakin kita butuh talent yang bisa act locally, (2) semakin dunia meng-global, perusahaan harus membawa produk mereka ke ranah internasional, dan (3) semakin tinggi globalisasi, perusahaan harus memilih talent yang mengerti strategi international. “Globalisasi bukan berarti mempekerjakan lulusan luar negeri, tetapi orang lokal yang memahami kondisi global,” Handry menjelaskan.

Dalam menyikapi globalisasi ini, Indonesia mempunyai dua pilihan. Yang pertama adalah sebagai subyek globalisasi, dan yang kedua sebagai objek. Pilihan pertama adalah tantangan, sedangkan yang kedua adalah penjajahan gaya baru. Jika kita mampu menjawab tantangan dengan berkompetisi, maka kontribusi kita menjadi signifikan dalam globalisasi. Itulah yang seharusnya kita perjuangkan, memang tidak bisa instan, tetapi setidaknya Indonesia kini telah berjalan pada alur yang benar, yakni dengan memajukan pendidikan. (@triwahyuni)

Tags: , , ,