Menyiapkan Top Talent Masa Depan: dari Dalam atau “Beli” di Pasar?

Dalam organisasi saat ini, barangkali tidak ada isu yang demikian strategis melebihi talent management. Disadari penuh bahwa talent-talent terbaik masa depan hanya akan lahir dari proses identifikasi, assessment dan seleksi yang benar. Tapi, bagaimana dan seperti apa yang benar itu?

"Kita perlu membedakan antara talent pool strategy dengan hiring strategy," ujar Senior Director Learning&Organizational Effectivenes Asia and Country HR Philips Electronics Group untuk Hongkong Florence Ng dalam HRM Indonesia Conference di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/8/08).

"Talent (pool) strategy lebih menekankan pada retensi tanpa memandang tingkat-tingkat potensi para talent sedangkan hiring strategy "membeli" dari pasar ketika perusahaan membutuhkan, dan ini artinya menyita banyak waktu," papar Florence.

Di samping itu, tambah dia, dengan mengembangkan talent pool, perusahaan jadi memiliki sumber keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Sebaliknya, dengan hiring strategy, perusahaan berisiko kehilangan (karena salah menyeleksi) tenaga-tenaga kerja baru yang potensial.

Pendek kata, bagi Florence, lebih menguntungkan buat perusahaan jika menerapkan strategi talent pool ketimbang hiring. Diakui bahwa talent pool memerlukan biaya mahal dan menyita banyak waktu. Namun, dengan pendekatan kolaboratif dari berbagai metode dan perangkat akan memungkinkan perusahaan mengidentifikasi talent-talent yang berpotensi menjadi tumpuan harapan masa depan keberhasilan bisnis.

"Di sinilah diperlukan kompetensi-kompetensi kepemimpinan, menyelaraskan talent dengan job characters, dan adanya assessment center serta review yang regular. Tentu, yang tak kalah penting, semua itu harus diikuti dengan tindak lanjut dan eksekusi yang sungguh-sungguh dalam bentuk aksi-aksi yang nyata."

Lebih jauh Florence memberikan ilustrasi betapa talent pool strategi akan lebih membantu perusahaan dalam mendapatkan talent yang diinginkan. Dibandingkan, dengan hiring strategy. "Tingkat keberhasilan job matching itu 76 persen berbanding dengan interview yang tingkat keberhasilannya hanya 14%," ujar dia.

"Survei juga menunjukkan bahwa empat dari lima orang yang di-hire tidak cocok dengan pekerjaan mereka," tambah Florence seraya menandaskan, angka-angka tersebut memang bukanlah kebenaran mutlak melainkan bisa menjadi referensi informasi yang berguna.

HRM Indonesia Conference diselenggarakan oleh The Asia Business Forum dan digelar selama dua hari hingga Selasa (26/8/08) besok. Pada hari pertama selain Florence Ng tampil sebagai pembicara antara lain Managing Director Multi Talent Indonesia Irwan Rei, Area Director of HR Shangri-La Hotel Singapura Eugene Tan dan Manager HR Total Remuneration Chevron IndoAsia Business Unit Hariadi Dwianugerah.

Pada hari kedua pembicara yang akan tampil antara lain Country HR Director TNT Indonesia Irvandi Ferizal, HR, Legal dan Compliance Director Allianz Life Hilarius Mursosan Wiguna, Chief of Corporate HC Garudafood Andre Vincent Wenas dan Head of Organisasion Learning & Effectiveness Permata Bank Heriati Gunawan.