Menteri BUMN: Jumlah Karyawan Ikut Jamsostek Masih Minim

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan A Djalil meminta PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menambah jumlah kepesertaan asuransi yang saat ini dinilai masih minim. “Jamsostek perlu menggenjot kepesertaan para pekerja. Jamsostek mesti bisa menjangkau seluruh pekerja di Indonesia,” ujar Sofyan Djalil dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara Jamsostek dan Bank BNI di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/7/09).

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengakui, jumlah para pekerja dalam program Jamsostek belum maksimal. “Kerjasama dengan BNI adalah dalam rangka meningkatkan jumlah peserta Jamsostek,” jelas dia seperti dikutip Kontan. Sampai Juni 2009, jumlah peserta aktif Jamsostek sebanyak 8,2 juta orang dari puluhan juta pekerja di seluruh Indonesia. Tahun ini, Jamsostek mematok target total peserta aktif mencapai 9 juta orang, atau bertambah 800.000 peserta.”Target ini cukup realistis, mengingat peserta aktif tiap tahun berkurang akibat PHK,” tutur Hotbonar.

BNI menggandeng Jamsostek dalam penyediaan layanan perbankan secara terpadu. Dirut BNI Gatot M Suwondo mengatakan, layanan tersebut merupakan fasilitas perbankan kepada Jamsostek untuk membantu pengelolaan keuangan secara lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan operasionalnya. “Bagi peserta Jamsostek, layanan ini akan mempermudah monitor pengembangan iuran peserta melalui ATM dan outlet BNI,” ujar dia. Kedua perusahaan plat merah itu juga menandatangani kerjasama dalam penyediaan fasilitas pinjaman perumahan kepada peserta Jamsostek.