Menjadi Mitra Bisnis, HR Tak Perlu Berpolitik

Tekad orang HR untuk membangun strategi sebagai mitra bisnis perusahaan sebenarnya sama dengan divisi-divisi lain seperti marketing, finance dalam membangun strategi masing-masing. Oleh karenanya, HR perlu menyamakan nada dengan divisi-divisi lain dan tak perlu berpolitik di dalam kantor untuk mencapai tujuannya.

Demikian antara lain benang merah tebal yang bisa ditarik dari seminar “Transforming HR into a Business Partner 2: Great People Great Organization” di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (2/8/07).

Menurut Managing Director Multi Talent Indonesia (MTI) Irwan Rei, membangun strategi HR secara prinsip sama dengan membangun strategi marketing maupun strategi bidang-bidang lain dalam perusahaan. Bahkan, HR memiliki posisi yang cukup istimewa dalam hal ini.

“Dalam bisnis, people selalu menjadi isu terbesar. Oleh karenanya, secara logika, HR punya kesempatan yang sama dengan marketing, finance dan lain-lain untuk menjadi sejajar dengan CEO atau bahkan kelak menjadi CEO,” ujar Irwan.

Dalam operasional sehari-hari, lanjut Irwan, menjadi mitra bisnis sama artinya dengan mempertanyakan terus-menerus perannya dalam memotivasi karyawan dan menciptakan lingkungan perusahaan sebagai tempat kerja yang nyaman dan menyenangkan.

Tentu saja, Irwan bicara dalam konteks jika sistem HR dalam perusahaan telah mapan. “Nah, di luar sistem, karyawan perlu dimotivasi, dengan insentif, kebutuhan training dan pengembangan dipenuhi dan sebagainya.”

Seolah mengamini paparan Irwan, Direktur HR Pfizer Caecilia Adinoto mengungkapkan, setelah otomatisasi sistem, hal pertama yang perlu dilihat oleh HR adalah personal power. “Sebelum melibatkan pihak luar atau konsultan, kita perlu melihat dulu, apa yang bisa kita lakukan sendiri dengan sumber daya yang kita miliki.”

Bagi Caecilia, menjadi mitra bisnis berarti HR harus mampu mempengaruhi dan terlibat dalam berbagai proses pengambilan keputusan. “HR harus bisa meyakinkan, arah perusahaan harus ke mana, dan membantu leader menerjemahkan itu dalam pesan-pesan kecil,” tandas dia.

Ditambahkan, HR perlu menyelaraskan langkah dengan divisi-divisi lain, dan duduk satu meja dengan pimpinan-pimpinan dari departemen lain. “Tak perlu berpolitik, tidak perlu kasak-kusuk, tapi memberi dan menerima kritik serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.”

Seminar “Transforming HR” digelar atas kerja sama PortalHR.com dengan Majalah Human Capital, Oracle, Daya Dimensi Indonesia (DDI) dan MTI.

Pembicara lainnya Direktur Human Capital Exelcomindo Joris de Fretes, Country Director IMS Empresaria – Advanced Career India Amit Somaiya, Manajer Talent Management Holcim Indonesia Fatima Shigemi Isa, Konsultan DDI Meitriani Dian Utami, VP HR Bank BNI Lies Purwani dan Direktur HCM Applications Oracle Asia Pasifik Richard Lee.

Tags: