Meningkatkan Kinerja dan Nilai Perusahaan dengan Knowledge Management

Mendengar kata knowledge, orang sering kali mengaitkannya dengan sesuatu yang serius, berat dan perlu waktu lama untuk mencernanya. Untuk menghilangkan kesan tersebut, sejak 2009 Dunamis Consulting mengemas acara bertajuk 2010 Knowledge Festival. Ini merupakan event knowledge management (KM) tahunan terbesar di Indonesia, di mana setiap peserta yang menghadirinya dapat menikmati knowledge sharing dalam kemasan keriaan sebuah festival.

”Kami mengemasnya secara ringan sehingga setiap peserta dapat memaknai knowledge lebih mudah dan mampu menginspirasi mereka saat kembali ke organisasinya,” ungkap Chairman 2010 Indonesian MAKE Study Satyo Fatwan.

Pelaksanaan MAKE (Most Admired Knowledge Enterprise) Study – studi tahunan KM untuk mencari organisasi di Indonesia berbasis pengetahuan paling dikagumi – telah berjalan selama 6 tahun. Semangat untuk mendorong Indonesia menjadi Knowledge Country mendasari Dunamis untuk menyelenggarakan studi ini pertama kalinya pada 2005 dengan lisensi dari Teleos – penyelenggara MAKE Study global. Studi ini terbuka bagi organisasi profit maupun non-profit.

Lebih dari 200 perusahaan telah menjadi nominee sepanjang penyelenggaraan Indonesian MAKE Study dan lebih dari 80 perusahaan terpilih sebagai finalis. Di tingkat Asia, organisasi dari Indonesia pun berhasil mencuri perhatian dengan menjadi salah satu pemenang Asian MAKE Study. Unilever Indonesia berhasil terpilih menjadi pemenang Asian MAKE selama 4 kali (2005, 2006, 2008 & 2009) dan Astra International dua kali terpilih sebagai pemenang Asian MAKE (2007 & 2008).

Pada penyelenggaraan Indonesian MAKE Study 2010, Dunamis mengambil tema “Knowledge Utilization as a Means to Create Opportunities”. Pemilihan tema ini didasari bahwa semakin banyak organisasi di Indonesia yang berbasis pengetahuan dan sudah saatnya organisasi-organisasi di Indonesia mengoptimalkan knowledge yang dimiliki untuk menciptakan berbagai peluang dan kesempatan.

Satyo menilai, sejauh ini masih banyak organisasi di Indonesia yang belum mengoptimalkan knowledge yang dimilikinya baik secara organisasi maupun individu. “Beragam kesempatan terbentang di hadapan mata bila kita mampu memanfaatkan knowledge dengan baik,” ujar dia. “Knowledge hanya akan menjadi informasi semata bila tidak didayagunakan oleh pemiliknya.”

Indonesian MAKE Study tahun ini dimulai sejak Maret 2010, diawali dengan tahap nominasi. Di tahapan ini para panelis dan komunitas industri menominasikan 85 organisasi. Selanjutnya adalah tahap seleksi, di mana para panelis memilih organisasi yang mereka kagumi. Sebanyak 37 organisasi kemudian terpilih sebagai finalis. Dari ke-37 organisasi itu, Unilever Indonesia, United Tractors (UT), dan Bank Mandiri membuktikan diri mereka sebagai organisasi berbasis pengetahuan yang paling dikagumi di Indonesia tahun ini. Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh 27 panelis, ke-3 organisasi ini dinilai paling berhasil dan berhak mewakili Indonesia dalam 2010 Asian MAKE Study.

Selain tiga organisasi tersebut, 8 perusahaan lain juga terpilih sebagai pemenang 2010 Indonesian MAKE Study. Inilah pemenang lengkap 2010 Indonesian MAKE Study – organisasi berbasis pengetahuan paling dikagumi di Indonesia secara alfabetis:

1. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
2. Binus University
3. PT Federal International Finance
4. PT Medco Energi Internasional, Tbk
5. PT Sinar Mas Agro Resources & Technology (SMART), Tbk
6. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
7. PT Telekomunikasi Selular
8. PT Toyota Astra Motor
9. PT Unilever Indonesia, Tbk
10. PT United Tractors (UT), Tbk
11. PT XL Axiata, Tbk

Satyo berpendapat, “Unilever, UT, dan Bank Mandiri berhasil mengembangkan dan mengoptimalkan knowledge yang mereka miliki untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan.” Unilever benar-benar meyakini bahwa karyawan adalah ‘capital’ bagi perusahaan. Secara nyata hal ini diwujudkan melalui berbagai macam inisiatif dalam pengembangan karyawan secara berkesinambungan. Hasilnya sangat terlihat dari karyawan-karyawan yang dapat bertumbuh secara optimal. Di samping itu, Unilever berhasil mengelola pengetahuan pelanggan secara optimal sehingga dapat menciptakan berbagai inovasi produk.

Di lain pihak, United Tractors sangat menonjol dalam pengelolaan human capital dan pengelolaan pengetahuan pelanggan menjadi solusi inovatif. Hal ini terbukti melalui kinerjanya yang meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu, Bank Mandiri sebagai pendatang baru dalam ajang Indonesian MAKE Study dinilai berhasil melakukan transformasi dari perusahaan milik negara menjadi perusahaan kelas dunia. Transformasi dilakukan mulai dari kepemimpinan, budaya organisasi, pengelolaan pengetahuan pelanggan hingga menciptakan lingkungan berbagi pengetahuan dan belajar yang kondusif. (Firdanianty)

Tags: