Mengapa Para Bos Memakai Jas Hitam dan Jarang Makan Siang?

Mengapa banyak bos cenderung bersikap keras dan galak kepada anak buah? Bahkan ada yang “suka” mem-bully? Mengapa juga mereka menjaga penampilan senantiasa rapi dan formal? Perhatikan juga, mereka jarang sekali keluar kantor untuk makan siang. Ada apa dengan diri para bos sebenarnya?

Sebuah studi akademik yang dilakukan oleh tim peneliti University of New South Wales, Australia menghasilkan temuan yang menarik. Bahwa, sikap dan perilaku orang-orang yang memiliki jabatan dalam organisasi berakar pada keinginan untuk mempraktikkan kekuasaan dan mempertahankan dominasi mereka.

Tak heran jika para manajer dan orang-orang yang menempati posisi tertentu sebagai atasan yang memimpin sejumlah anak buah selalu “bermain politik” di tempat kerja.
Profesor Jeffrey Braithwaite yang memimpin penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perilaku para atasan bermuara pada usaha untuk melindungi apa yang telah mereka capai. “Dalam setiap lingkungan kerja, para bos menandai teritori mereka, menegaskan otoritas mereka dan memperlihatkan kekuatan mereka,” simpul dia.

Dan, semua itu diwujudkan dalam sikap dan pembawaan mereka sehari-hari. Braithwaite memberi contoh yang kelihatannya sepele, misalnya para manajer umumnya gemar mengenakan jas atau kemeja berwarna gelap, yang dipadu dengan aksesori seperti dasi dengan warna terang. Menurut analisis Braithwaire, hal itu dimaksudkan untuk memberikan efek daya tarik dan kesan keseriusan, sekaligus sebagai penegasan terhadap posisi mereka dalam struktur organisasi.

Lebih jauh Braithwaire berpendapat bahwa sikap dan perilaku para atasan yang terlalu ingin mempertahankan teritorinya itu sebenarnya tidak relevan lagi. Dia menganalogikan perilaku semacam itu dengan apa yang terjadi dalam masyarakat pra-sejarah yang bertahan dengan cara menjadi dominan atas pihak atau kelompok di sekitarnya.

Oleh karenanya, Braithwaire menyebut tindakan seperti bullying yang masih banyak dilakukan oleh kalangan bos sebagai perilaku primitif. “Berbagai perilaku yang sifatnya menunjukkan kekuasaan seperti itu mestinya sudah tidak terjadi karena manusia sudah berevolusi selama dua juta tahun menuju ke arah yang semakin baik,” tandas dia.

Temuan lain yang juga menunjukkan betapa para bos secara tipikal selalu ingin mendominasi dalam setiap proses tampak pada aktivitas meeting, dimana dalam setiap meeting cenderung “dikuasi” oleh jajaran manajer senior. Riset juga mengamati, para manajer jarang mengambil waktu istirahat baik makan siang atau pun untuk minum teh.
“Kita perlu berhenti untuk bersikap menjaga jarak sebab memotivasi tim kerja sekarang ini lebih susah daripada yang kita pikirkan,” saran Braithwaite.

Ditambahkan, para atasan perlu mengambil langkah-langkah yang penting untuk meningkatkan kepercayaan dari bawahan, antara lain dengan memperbanyak kebersamaan di antara kelompok-kelompok yang berbeda yang ada dalam organisasi, dan berbicara dengan mereka.

Tags: