Outsourcing atau alih-daya IT merupakan salah satu upaya yang bisa ditempuh oleh perusahaan untuk menghemat biaya operasional dalam situasi ekonomi dan bisnis yang menuntut pemangkasan biaya-biaya seperti saat ini.

Kompetisi dalam dunia ketenagakerjaan yang makin ketat menuntut para mahasiswai sebaga calon-calon profesional dan pemimpin bisnis masa depan berbenah. Sekarang bukan lagi zamannya untuk semata-mata kuliah, lulus dan mencari kerja, melainkan bersiap diri menjadi wirausaha. Industri software merupakan salah satu peluang besar.
Demikian diungkapkan oleh Chief Information Officer PT Jatis Mobile Ferrij Lumoring di Jakarta, Kamis (14/8/08). “Seiring dengan pesatnya perkembangan industri aplikasi software saat ini, mahasiswa bisa menjadi developer. Hanya dibutuhkan kreativitas,” ujar dia.
Ferrij menegaskan, kalau kreativitas sudah tersedia, maka semuanya menjadi beres. Sebab, pihaknya sudah berkomitmen untuk menfasilitasi tersalurnya kreativitas para mahasiswa khususnya di bidang penciptaan software untuk konten mobile tersebut.
“Kita telah menjalin kerja sama dengan lima universitas untuk mewujudkan lahirnya para wirausaha software,” ungkap dia. Lima universitas tersebut adalah UGM, ITT Telkom Bandung, ITS, UI dan Binus. Sedangkan Jatis sendiri juga tidak sendirian, melainkan didukung oleh Qualcomm, ZTE dan Mobile-8.
Dipaparkan lebih lanjut, bentuk komitmen dan kerjasama antara Jatis dan kawan-kawan dengan 5 universitas tersebut diwujudkan dalam pembangunan sebuah pusat pengembangan teknologi perangkat lunak, yakni Brew Development Center (BDC).
“Dengan adanya pusat pengembangan tersebut, mahasiswa tidak hanya bisa menuangkan kreativitasnya untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang berguna bagi masyatakat, melainkan sekaligus juga bisa mendapatkan keuntungan finansial dari situ,” ujar Ferrij.
Sebelum tercapainya komitmen untuk mendirikan BDC di 5 kampus tersebut, Jatis, Qualcomm dan Mobile-8 telah mengawalinya dengan menggelar roadshow seminar dan workshop Creativer Summer mulai 17 Juni 2008 lalu. “Di situ ada kompetisi membuat aplikasi mobile berbasis Brew yang masih bergulir hingga sekarang,” tutur Ferrij.

Tags: ,