Menangkan “Talent War” dengan Citra Positif Perusahaan

Dalam era pesan instan seperti dewasa ini, melindungi brand dan citra publik organisasi menjadi semakin penting untuk dilakukan, sebagai bagian dari upaya menarik, menjaring dan mempertahankan karyawan, dari level bawah hingga eksekutif. Sebuah survei baru yang dilakukan oleh lembaga rekrutmen Kenexa di AS menemukan, setelah faktor kompensasi, reputasi perusahaan merupakan bahan pertimbangan yang penting bagi seseorang untuk bergabung dengan sebuah organisasi.

Temuan tersebut menunjukkan betapa penting artinya bagi perusahaan untuk senantiasa menjaga citra publik yang positif di era yang kerap disebut-sebut sebagai “war of talent” ini. Dipaparkan, reputasi organisasi terdiri merupakan kumpulan dari sejumlah karakteristik. Di dalamnya termasuk tanggung jawab sosial perusahaan, kualitas produk hingga “profitability”.

Survei menemukan, jajaran manajer senior dan tenaga sales menempati posisi yang paling tinggi dalam urusan reputasi organisasi, terutama dalam kaitan dengan upaya-upaya ketenagakerjaan. Reputasi juga merupakan bagian penting dari proses pengambilan keputusan bagi karyawan di negara-negara dengan tingkat keberagaman tinggi, seperti India, Italia, Rusia dan Brasil.

Oleh karenanya disayangkan bahwa brand perusahaan berikut usaha-usaha untuk melindunginya belum menjadi kesadaran umum di kalangan pemimpin perusahaan dan manajer. Sebuah studi yang dilakukan pada Mei 2008 lalu memperlihatkan hal itu.
Studi yang dilakukan oleh lembaga rekrutmen bidang finansial Robert Half atas 5000 manajer HR dan keuangan itu menemukan bahwa dua pertiga perusahaan tidak memiliki strategi brand perusahaan secara formal. Di samping itu, sebagian besar juga tidak memiliki rencana untuk mengembangkannya.

“Reputasi organisasi berkaitan dengan kesuksesan upaya-upaya rekrutmen, yang pada gilirannya membantu employment branding,” jelas Direktur Eksekutif Kenexa Research Institute Jack Wiley. “Ini bukan soal pencarian kerja yang dilakukan per individu, melainkan lebih pada bagaimana brand perusahaan menampilkan pesan yang positif terhadap calon-calon karyawan berkualitas,” tambah dia.”Berinvestasi pada nilai-nilai kehidupan organisasional, termasuk di dalamnya profitability atau amal sosial, dan kemudian mengkomunikasikannya, akan berdampak pada keberhasilan perusahaan meng-attract dan meng-engaged karyawan,” simpul Wiley.

Tags: