Memotivasi Gen Y, Dengarkan Mereka

Berdasarkan survei yang dilakukan IBM, para CEO mengaku bisnisnya bisa terus berjalan karena beberapa faktor, dan faktor paling utama (diakui oleh 71% dari mereka) adalah faktor human capital.

Sayangnya survei itu juga menunjukkan bahwa 2/3 dari perusahaan atau 60% mengaku masih kurang mampu membangun jiwa leadership dari generasi penerus.

Berbicara generasi penerus berarti berbicara generasi muda (gen Y) yang beberapa di antaranya telah mengisi jabatan penting di bisnis. Namun seperti sudah banyak dibicarakan, mereka mempunyai karakter tersendiri dan berbeda dengan generasi sebelumnya.

Di IBM sendiri jumlah generasi Y cukup signifikan. Hal itu disampaikan S Pranatharthi Haran selaku Country Sales Leader IBM Collaboration Solutions (ICS) kepada PortalHR. “Untuk meng-empower gen Y hal pertama yang kita harus lakukan adalah mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang mereka,” ujar Haran.

“Untuk itu kami telah lama mempunyai internal social network platform untuk berkomunikasi secara massal maupun personal,” tambahnya. Haran mengakui bahwa social media seperti Facebook merupakan faktor penting dalam memotivasi gen Y.

Selain social network internal, ada beberapa cara yang bisa membuat top talent tetap engaged dengan perusahaan. “Yang paling penting adalah melibatkan mereka dalam setiap aktivitas atau pengembangan bisnis,” ujar Haran.

Kadang uang bukan segalanya bagi talent, tetapi pengakuan dari setiap usaha mereka lebih krusial. “Setelah melibatkan mereka, kita tahu bahwa cara mengembangkan mereka agar efektif adalah dengan memberikan penilaian yang mereka butuhkan,” lanjutnya.

Bahkan di IBM, Haran dan tim menerapkan cara lain saat berkomunikasi dengan karyawan. Menurut Haran, jika kebanyakan cara HR atau CEO mengundang meeting karyawannya dengan formal dan tegas, mereka melakukannya dengan informal.

“Kami sudah terbiasa dengan cara ini, menanyakan ke mereka tempat yang nyaman untuk meeting dan tak lupa menanyakan ‘what should we do?’ kepada mereka,” ujar Haran.

“Dengan menanyakan apa ide mereka di email, bukan hanya kehadiran mereka yang kita dapat tetapi ide-ide datang berhamburan,” terang Haran. (*/@nurulmelisa)

 

Tags: ,