Melamar Kerja Sambil Bergaya

Pernahkah Anda membayangkan, bahwa suatu saat nanti, orang bisa (atau, bahkan mungkin harus) mengirimkan lamaran kerja melalui rekaman video? Di Inggris, hal itu sudah mulai menjadi praktik yang umum. Jadi, siap-siap bergaya layaknya peserta audisi Indonesian Idol! Setelah berkembang dari “resume kertas” ke email, kini proses mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan melangkah ke bentuk “resume video”.

Survei yang dilakukan perusahaan informasi karir Vault.com menemukan, hampir 4 dari 5 pengusaha akan merasa senang jika kandidat mengirimkan aplikasi berupa video. Namun, hanya kurang dari seperlima manajer yang diteliti atau 17% yang mengaku benar-benar melihatnya.

Bagaimana pun, ini merupakan sesuatu yang baru dalam teknologi pengiriman aplikasi lamaran kerja. Separo dari 309 pengusaha yang disurvei menyambut baik ide tersebut karena menurut mereka, hal itu bisa membantu mereka untuk melihat penampilan profesional dan perilaku kandidat sejak dini.

Survei mencatat, 14% pengusaha merasa, resume video akan membantu mereka mendeteksi segi pengalaman kerja yang dimiliki kandidat. Dan, 9% mengatakan akan memanfaatkan itu untuk mengukur kemampuan dan gaya berbicara kandidat.

Seperti halnya CV konvensional yang tak bagus bila berpanjang-panjang, resume video pun demikian. Lebih dari tiga perempat pengusaha menyarankan agar kandidat membatasi durasi resume videonya sekitar 2 menit saja. Hampir separo bahkan merekomendasikan untuk menampilkan rekamannya tak lebih dari satu menit.

Vault memprediksikan, teknologi ini memiliki kesempatan untuk berkembang secara luas. Yang jelas, apapun bentuknya, CV akan menjadi bahan pertimbangan yang mutlak untuk menilai seorang kandidat.

Sebuah studi lain yang dilakukan organisasi jaringan sosial bisnis Viadeo menemukan bahwa satu dari 5 pengusaha mencari informasi mengenai kandidat melalui internet. Dan, apapun yang mereka temukan, hampir 9 dari 10 akan mempercayainya dan mempengaruhi keputusan mereka dalam rekrutmen. Faktanya, seperempat pengusaha telah menolak pelamar karena informasi personal yang mereka dapat dari online.

Country Manager Viadeo Peter Cunningham mengatakan, perkembangan seperti itu hendaknya menjadi peringatan bagi siapa saja untuk berhati-hati mem-posting informasi pribadi di internet.

“Jutaan orang secara sembrono menciptakan reputasi diri mereka lewat internet setiap hari dengan meninggalkan informasi personal yang kemudian ditangkap dan disimpan oleh mesin pencari,” ujar Cunningham.”Ketika ada pihak perusahaan yang menemukan informasi tersebut, itu akan memberi pengaruh besar pada keputusan mereka,” tambah dia.

Tags: