Mekanisme “Feedback” Bisa Kurangi Stres

Perusahaan sebaiknya mengizinkan karyawan untuk menilai bagaimana manajer-manajer memimpin mereka. Hal ini penting untuk meminimalkan stres yang disebabkan oleh pekerjaan kantor. Lho, apa hubungannya?

Riset yang dibiayai oleh bagian “Health & Safety Executive” dari lembaga The Chartered Institute of Personnel and Development and Investors in People di Inggris mengungkap kaitan antara kedua hal tersebut. Hasil riset dipresentasikan di konferensi tahunan British Psychological Society, Januari 2001.

Studi dilakukan atas of 150 manajer dan 500 karyawan, dan menemukan bahwa ketika para manajer itu menerima “feedback” dari anak buah yang dipimpinnya, mereka akan cenderung untuk mengubah gaya manajemen mereka. Akibatnya, mereka akan tampak sebagai manajer lini yang efektif.

Sementara, para manajer yang tidak pernah menerima “feedback” akan cenderung mempertahankan perilaku mereka dalam memimpin dan mengelola anak buah.

Dengan demikian, “feedback” dinilai sebagai pemicu yang penting untuk mengubah dan mengurangi stres dan perasaa keterasingan di kantor.

Psikolog dari lembaga Affinity Health at Work Emma Donaldson-Feilder mengatakan, “Tanpa menghadapkan seseorang di depan cermin, mereka bisa berada di blind spot tentang bagaimana mereka harus bertindak, dan jika mereka pikir mereka sudah cukup bagus, mengapa mereka harus berubah?”

Tags: