Masukan dari HR Kunci untuk Mengelola Risiko Resesi

Memasuki 2008, ancaman resesi ekonomi membayangi dunia. Kabar pertama datang dari Amerika. Indonesia pun mulai merasakan imbasnya. Ditambah dengan makin minimnya ketersediaan talent, kekhawatiran terhadap resesi pun semakin menguat. Saatnya HR beraksi sebagai penyelamat.

Seruan bersaut-sautan telah terdengar dari berbagai penjuru ditujukan kepada HR untuk membantu menyelamatkan organisasi dari bahaya-bahaya resesi. Dari Inggris, Direktur HR Microsoft Dave Gartenbert menegaskan peran penting HR dalam situasi ekonomi yang buruk. “Dalam kondisi yang tak menentu seperti sekarang ini, HR tidak hanya memiliki kesempatan melainkan juga kewajiban untuk memberikan kepemimpinan bagi bisnis,” ujar dia.

“Kemampuan untuk meng-attract dan me-retain karyawan pada saat yang sulit benar-benar dibutuhkan dari para pemimpin. Mereka harus mampu memberikan yang terbaik,” tambah Gartenbert. Penegasan mengenai peran besar HR dalam kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan juga disampaikan oleh penasihat masalah reward pada The Chartered Institute of Personnel and Development Charles Cotton.

“HR perlu melangkah ke tengah-tengah. Ini saat yang krusial bagi bisnis untuk melewati masa resesi yang serius,” kata dia. Menurut Cotton, dalam jangka pendek, tugas terberat akan dihadapi terutama oleh staf HR di perusahaan-perusahaan sektor jasa keuangan. Namun, jika resesi berlanjut dan meluas, maka semua sektor juga akan terkena imbasnya.
“Kemungkinan besar akan terjadi kekosongan dalam aktivitas rekrutmen, banyak orang kehilangan pekerjaan dan perang talent semakin sengit,” papar dia. “Perlu pengetatan gaji seiring dengan menurunnya anggaran.”

“Perusahaan-perusahaan akan dituntut untuk memfokuskan reward mereka pada kontribusi-kontribusi yang luar biasa, yakni orang-orang yang benar-benar menjadi pilar perusahaan. Kita akan melihat betapa perhatian pada manajemen talent akan meningkat.”
Belum lagi, anggaran untuk training juga akan dipangkas, dan program pensiun bahkan terancam ditutup, dan ini akan menyisakan pekerjaan rumah yang rumit bagi para profesional HR, yakni bagaimana menjaga motivasi karyawan dalam situasi seperti itu.

Sementara itu, Direktur Pengelola perusahaan jasa outsourcing Capita HR Solutions Wayne Story mengatakan, HR akan berada di puncak permainan. “Bersikaplah proaktif, keterlibatan dari awal sangat diharapkan, tentunya dengan rancana-rancana yang meyakinkan.”Diingatkan, para pemimpin bisnis akan meminta kewaspadaan yang lebih tinggi dari departemen HR mereka.

Penekanan yang sama juga datang dari Kepala Bagian Corporate Governance and Employment pada Institute of Directors Patricia Peter yang mengatakan, HR berperan vital bagi organisasi di masa resesi. “Jika Anda ingin bertahan, maka Anda harus mempertahankan orang-orang yang terbaik,” kata dia.

Tags: