Masalah Rekrutmen Tantangan Perusahaan dan Pemerintah 2007

Empat dari 10 pengusaha di berbagai belahan dunia tahun ini dihadapkan pada kesulitan mengisi posisi-posisi yang lowong di perusahaan mereka. Tenaga penjualan, orang-orang dengan keterampilan manual dan teknisi termasuk yang paling dicari.

Survei yang dilakukan oleh Manpower terhadap hampir 37.000 pengusaha di 27 negara menemukan bahwa 41% dari mereka kesulitan mengisi jabatan-jabatan khusus karena minimnya ketersediaan talent.

“Data kami pada 2007 mencerminkan pasang-surut dalam permintaan terhadap talent di tingkat pasar tenaga kerja global, seiring dengan upaya perusahaan dan pemerintahan mengatasi masalah-masalah talent akibat perubahan demografi, imigrasi dan isu-isu lainnya,” ujar Chairman dan CEO Manpower Inc. Jeffrey A. Joerres.

“Sebagai contoh, persentasi pengusaha Jerman yang kesulitan mengisi posisi-posisi kosong di perusahaannya menurun drastis dari tahun lalu. Ini merupakan hasil dari reformasi pemerintah atas pasar tenaga kerja. Bagaimana pun, fleksibilitas pasar tenaga kerja dan kurangnya keahlian masih menjadi tantangan pengusaha di Jerman.”

Untuk tahun ini, sales representative menempati urutan teratas sebagai posisi yang paling sulit dicari di AS, Jepang, Hongkong, Taiwan, Singapura, Selandia Baru, Irlandia dan Peru.
Sedangkan, pekerja dengan keahlian manual langka di Eropa, khususnya Jerman, Inggris, Spanyol, Swedia, Italia, Belgia, Austria, Perancis dan Swiss. Hal yang sama juga terjadi di Kanada dan Australia.

“Seperti yang terjadi tahun lalu, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia masih membutuhkan staf penjualan berpengalaman untuk menggerakkan pertumbuhan revenue,” kata Joerres.

“Pekerja berketerampilan manual seperti ahli listrik, ahli kayu, ahli pipa dan ahli batu juga masih minim, khususnya di Eropa, di mana banyak negara mengatasinya dengan mencari talent asing.”

Survei juga menyatakan, kebutuhan pengusaha akan staff IT dan asisten administratif/personal pada 2006, telah diungguli oleh pemintaan pada posisi yang lain seperti staf akunting dan keuangan dan bahkan buruh non-keahlian.

“Absennya staf IT dari daftar 10 Besar kami tidak serta merta mengindikasikan bahwa posisi bidang ini tak lagi banyak diminta. Melainkan, perusahaan-perusahaan kini lebih sophisticated dalam strategi optimalisasi perusahaan dan bagaimana mereka mengkombinasikan antara outsourcing, in-sourcing, on -dan off-shoring dengan teknologi-teknologi otomatis, yang dapat membantu mereka mengelola lebih baik kebutuhan mereka akan talent,” papar Joerres.

Di AS, sementara itu, terjadi fenomena unik, yang tidak dijumpai di tempat lain, yakni minimnya ketersediaan tenaga guru. Di China, buruh kini menempati urutan ke-2 yang paling sulit dicari. Permintaan akan buruh juga meningkat di Australia dan Jepang pada 2007 ini.

“Perubahan demografi dan faktor-faktor ekonomi menyebabkan meningkatnya kekurangan tenaga kerja yang pada akhirnya bisa mengancam mesin-mesin pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi dunia,” simpul Joerres.

“Kalangan pemerintah dan pengusaha harus bekerja sama menanggulangi dampak kekurangan tenaga kerja tersebut dengan meningkatkan pelatihan, mengadopsi strategi kebijakan-kebijakan migrasi, mendorong orang yang secara ekonomi tidak aktif untuk masuk ke dunia kerja, dan menyarankan karyawan senior untuk lebih lama tinggal di perusahaan,” saran dia.

Tags: