Masalah Karyawan di Indosiar Jadi Perhatian Pemerintah

Ratusan karyawan PT Indosiar Visual Mandiri menggelar unjukrasa di depan kantornya, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (11/1/2010). Mereka menuntut kesejahteraan yang lebih layak. Namun, diduga aksi itu hanyalah puncak gunung es dari persoalan ketenagakerjaan yang lebih serius di stasiun televisi swasta itu.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pun sampai memberikan perhatian khusus. Pihaknya telah memerintahkan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan I Gusti Made Arka untuk memeriksa dugaan pelanggaran peraturan ketenagakerjaan di Indosiar.

Selain itu, ternyata, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsostek) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) juga sedang menangani kasus perselisihan hubungan industrial antara karyawan dan manajemen di perusahaan yang sama.

”Saya sudah perintahkan Dirjen Binwas untuk mengaudit kondisi perusahaan apakah melanggar undang-undang atau tidak. Kalau iya, kami akan tindak tegas supaya dipenuhi haknya (karyawan). Kami akan memanggil (kedua pihak lagi),” ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (11/1).

Sebelumnya, Serikat Karyawan Indosiar memang telah melaporkan permasalahan mereka kepada Mennakertrans. Menurut Muhaimin, Direktur Jenderal PHI dan Jamsostek Myra Maria Hanartani telah memanggil direksi yang kemudian menyampaikan komitmen mereka untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial itu.

”Hanya butuh waktu untuk penyesuaian itu. Apakah komunikasinya, apakah tuntutan-tuntutan itu bisa dilaksanakan dengan cepat atau tidak. Itu sudah ditangani Dirjen PHI dan Jamsostek,” ujar Muhaimin.

6 Tahun Tak Naik Gaji

Wakil Ketua Serikat Karyawan Indosiar Budi Sampurno mengatakan, manajemen selama 6 tahun terakhir tidak menaikkan gaji pokok karyawan dan banyak karyawan masih berstatus kontrak walau telah bekerja lebih dari 3 tahun.

Mereka menuntut manajemen segera memperbaiki kesejahteraan karyawan dengan menaikkan gaji pokok dan mengimplementasikan peraturan ketenagakerjaan. Karyawan juga meminta CEO mengganti direksi karena dinilai tidak mampu menunjukkan prestasi.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Media Indonesia Abdul Manan mengatakan, aksi Serikat Karyawan Indosiar merupakan preseden di perusahaan media berkait isu kesejahteraan. Menurut Manan, kesejahteraan merupakan masalah mendasar yang sangat mempengaruhi kualitas SDM perusahaan media dan berdampak pada kualitas hasil kerja mereka. ”Mustahil enam tahun karyawan tidak naik gaji. Kalau begini, pasti direksi yang tidak mampu,” ujar Manan.