Masa Sulit Bisa Jadi Peluang untuk Tingkatkan Karir

Resesi yang terjadi saat ini diprediksi banyak pengamat akan berlangsung lama dan semakin dalam. PHK mungkin tak terhindarkan. Namun, bagi karyawan yang cemerlang dan kreatif, masa sulit justru bisa menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan karir. Minimal, menunjukkan pada bos bahwa Anda layak dipertahankan. Analisis bisnis Michelle Conlin, dalam kolomnya untuk BusinessWeek Indonesia edisi “Panduan Bertahan Menghadapi Krisis” mengatakan, perlu strategi khusus bagi para profesional untuk tetap bertahan di masa krisis.

“Sebagian besar orang akan memilih merunduk, berusaha tidak menarik perhatian dan berharap masih berdiri tegak ketika badai berlalu,” ujar dia. Namun, Conlin tentu saja tak menyarankan strategi semacam itu. Sebab, dalam musim bahaya seperti sekarang, para bos dan pemimpin tim akan semakin memperhatikan semua orang lebih daripada sebelumnya.

Mengutip buku The Truth About You karya suhu karir Marcus Buckingham, Conlin mengingatkan, “Kini para bos punya kesempatan untuk melihat siapa saja yang benar-benar bagus dan siapa yang tidak.”Lebih jauh, Conlin memaparkan sedikitnya tiga strategi untuk tetap cemerlang di masa sulit. Pertama, menjadi tak tergantikan. “Penting meyakinkan bos Anda bahwa ia butuh Anda,” ujar dia. Caranya? “Salah satunya dengan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi atasan, dan orientasikan kembali diri Anda untuk menyelesaikannya.”

Strategi kedua, waspada dengan ambisi yang terlalu berlebihan. Dicontohkan, mungkin Anda layak menerima kenaikan gaji. Namun, layakkan memintanya ketika bos sedang mempertimbangkan PHK bagi yang lain? “Itu salah besar,” kata Conlin. Lalu? “Akan lebih baik jika membiarkan kinerja Anda yang bicara.

Strategi ketiga, keterbukaan. Dalam kondisi yang tidak menentu, para bos perlu informasi riil. Kemungkinannya, menurut Conlin, karyawan yang mengatakan apa yang sebenarnya akan mendapatkan imbalan. Namun, “Lakukan dengan sangat hati-hati,” pesan dia.
“Di saat orang mudah berasumsi bahwa semua memprioritaskan kebutuhannya terlebih dahulu, keterusterangan tanpa berusaha menonjolkan diri bisa menjadi senjata taktis,” tambah dia.

Di atas semua itu, intinya agaknya memang kejujuran dan ketenangan. Meski banyak orang kebingungan di tengah kekecauan yang meruyak, mereka yang berhasil bertahan akan mampu bangkit dan dengan tenang mengamati lanskap mencari ide-ide yang dapat membantu perusahaan.

Tags: