Masa Depan Profesi HR Suram?

Laporan terbaru hasil studi yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) secara global mengungkapkan bahwa masa depan profesi HR suram. Menurut studi tersebut, saat ini fungsi HR berada di titik terendah dan hanya ada sedikit bukti bahwa pengaruh HR telah meningkatkan kinerja perusahaan. Tapi, benarkah?

Studi bertajuk “The Key Trends in Human Capital” tersebut melibatkan 1.150 CEO dari berbagai negara, dan menghimpun data dari lebih 1000 perusahaan di seluruh dunia. Partner Kepala bidang Manajemen HR pada PwC Richard Phelps mengakui bahwa concern utama CEO memang “people agenda”, tapi mereka meragukan tim HR mereka mampu menanganinya.

“Layanan-layanan HR kini semakin bisa dilakukan oleh departemen-departemen lain, sehingga menimbulkan pertanyaan masih perlukah ada fungsi HR dalam departemen yang terpisah,” kata dia. Lebih jauh disimpulkan, dengan adanya penurunan status dan reputasi fungsi HR, maka diragukan pula urgensi untuk mengadopsi strategi kebijakan-kebijakan yang menyentuh faktor sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi.

Temuan yang kontroversial tersebut segara menyulut debat di kalangan HR, dan umumnya mereka membantah kesimpulan studi tersebut. Direktur Riset dan Kebijakan pada Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD), Inggris Linda Holbeche misalnya mengatakan, temuan tersebut “aneh”. “Justru belum pernah organisasi merasakan pentingnya memaksimalkan kontribusi faktor manusia untuk mewujudkan strategi bisnis dan kinerja yang tinggi seperti saat ini. Dan belum pernah CEO begitu peduli dengan soal-soal bagaimana mendapatkan keuntungan kompetitif dengan cara mengikat karyawan mereka seperti yang terjadi saat ini,” tunjuk dia.

Kendati demikian, diakui pula bahwa saat ini HR memang tengah berada di persimpangan. “Keputusan yang diambil para praktisi HR akan menentukan masa depan jangka panjang HR sebagai profesi,” ujar Direktur HR Westminster City Council Graham White.
Sementara, Direktur HR Ventura UK Claire Walton mengingatkan, para profesional HR harus memiliki perilaku, pengetahuan dan keahlian yang diperlukan, serta memperlihatkannya dari demi hari, sehingga keberadaannya dilibatkan dalam proses-proses pengambilan keputusan.”Peran HR saat ini memang lebih rumit dibandingkan dengan masa lalu,” tambah Linda Holbeche dari CIPD. “Jadi, tidak heran jika fungsinya tidak dilihat “semurni” sebelumnya. Tapi, itu bukan berarti fungsi tersebut kini bermasalah.”

Tags: