Marks & Spencer PHK 1.100 Karyawan

Krisis finansial global telah membuat banyak karyawan kehilangan pekerjaan, dan lainnya berada dalam kekhawatiran, termasuk di negara yang tergolong makmur seperti Inggris.
Perusahaan pengecer pakaian jadi Marks & Spencer pusat di Inggris mengumumkan akan mem-PHK 1.100 orang karyawan menyusul gagalnya program diskon Natal mereka. Dan, ini hanyalah salah satu dari dampak krisis global yang telah menurunkan daya beli masyarakat di negeri itu.
Turunnya daya beli masyarakat akibat krisis membuat angka penjualan Marks & Spencer pada akhir tahun menurun, padahal mereka telah menggelar diskon besar-besaran selama berminggu-minggu berkaitan dengan momen Natal dan menyambut Tahun Baru.
Akibatnya, mereka terpaksa memangkas 1000 lebih pramuniaga toko, dan seratusan lebih karyawan dari bagian operator pada kantor pusat.
Sebelumnya, lebih dari 1.900 warga Inggris terancam kehilangan pekerjaan, menyusul bangkrutnya Waterford Wedgwood, sebuah perusahaan keramik dan pernak-pernik china. Lagi-lagi, mereka menyalahkan turunnya daya beli masyarakat akibat krisis.
Di luar Inggris, perusahaan tersebut mempekerjakan 5.800 orang, dan yang terbesar berada di pusat produksi mereka di Indonesia, yakni 1500 orang.
Dampak krisis global di Inggris juga dirasakan oleh karyawan sebuah retail pakaian anak, yang menutup 111 gerainya karena bangkrut.

Tags: