Manajer Harus Selalu Menjadi Talent Scout

Pemimpin yang hebat harus disiapkan dari awal. Karena itu para manajer harus bisa menjadi “talent scout” terus-menerus untuk mengidentifikasi calon pemimpin.

Dewasa ini dunia bisnis semakin menyadari pentingnya talent, yaitu sebutan untuk karyawan yang potensial. Survei terhadap 400 perusahaan Fortune menemukan bahwa mengidentifikasi dan mengembangkan para calon pemimpin menjadi hal utama yang mendesak bagi mereka.

“Cara terbaik untuk mencari talent yang kita perlukan adalah dengan mengembangkannya sendiri,” ujar konsultan dari Daya Dimensi Indonesia (DDI) Yuri Yogaswara pada acara Kongres Nasional II Assessment Center Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/7/07).

Talent management dimulai dari mengidentifikasi seorang talent, baru kemudian mengembangkannya sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan. Assessment center adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan bagi seorang talent.

“Setiap manajer harus terus menanamkan mindset sebagai talent scout dalam benak mereka, karena mereka lebih mengetahui kinerja para stafnya. Sehingga, pembinaan para talent itu berjalan lebih optimal,” papar Yuri.

Yuri juga menambahkan bahwa para talent itu perlu diberitahu bahwa dia dianggap berpotensi sebagai pemimpin. Talent tersebut perlu tahu bahwa perannya penting dalam perusahaan. Menurut Yuri, risiko akan lebih besar bila talent tidak diberitahu hal itu.

DDI mempunyai kriteria untuk talent yang terdiri dari Leadership Promise, Personal Development Orientation, Balance of Values & Results, dan Mastery of Complexity.

Leadership Promise atau faktor-faktor potensi kepemimpinan antara lain terdiri dari kemauan untuk memimpin, keahlian untuk menimbulkan potensi terbaik pada orang lain dan authenticity. Personal Development Orientation terdiri dari kemauan untuk terus belajar dan juga penerimaan terhadap umpan balik yang baik.

Sedangkan yang dimaksud dengan Balance of Values & Result adalah adanya semangat untuk selalu mencapai hasil dan disesuaikan juga dengan nilai-nilai budaya yang berlaku. Mastery of Complexity di antaranya adalah kemampuan beradaptasi dan kemampuan berpikir konseptual.

Faktor-faktor potensi tersebut, tandas Yuri, bila ditambahkan dengan kinerja yang terus-menerus akan menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan.

Tags: