Manajemen Talent Penting Agar Tak Ada yang Tidur Usai Makan Siang

Untuk menjelaskan bahwa talent management itu penting dan relevan bagi setiap organisasi hari ini, tidak perlu teori yang muluk-muluk dan rumit yang akhirnya justru membingungkan. Sebab, pada dasarnya bisa dikatakan, manajemen talent dilakukan untuk mencegah adanya karyawan yang tidur sehabis makan siang. Demikian penjelasan dengan bahasa yang mudah, yang disampaikan oleh Managing Director Multi Talent Indonesia Irwan Rei dalam acara HRM Indonesia Conference 2008 yang digelar oleh The Asia Business Forum di Hotel Mulia Jakarta, Senin-Selasa (25-26/8/08).

“Kalau tidak ada talent management, akhirnya yang berlaku PGPS alias pinter goblok penghasilan sama. Kalau itu yang terjadi, karyawan pun berpikir buat apa kerja bagus, mending sehabis makan siang tidur di bawah kolong karena reward-nya nggak fair,” papar Irwan. Menurut Irwan, setidaknya ada tiga fakta yang menguatkan pentingnya talent management dalam situasi ekonomi dewasa ini. Pertama, hasil sebuah survei 2008 atas 4700 eksekutif di 83 negara menemukan bahwa managing talent menempati peringkat pertama daftar HR Challenges Worldwide through 2015.

Kedua, dari hasil survei 2006 dilaporkan, bahwa “developing existing talent” merupakan tantangan terbesar dalam agenda top talent management baik sekarang maupun pada masa mendatang. Ketika, meningkatkan talent war dari hari ke hari. “Semua itu memberi sebuah kesimpulan bahwa at the end of the day, pertaruhan kita bukanlah strategi melainkan orang alias sumber daya manusia,” ujar Irwan.

Lebih jauh Irwan menandaskan, banyak hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan sebelum menjalankan talent management. “Yang pertama tentu mangelola orang itu membutuhkan sistem, jadi HR system-nya harus ada dulu,” kata dia. Yang berikutnya menyangkut employee engagement. “Intinya, mengapa orang-orang yang bagus ingin bekerja di perusahaan kita? Nah, perusahaan harus memiliki program-program yang bisa mengikat dan memberi alasan bagi karyawan untuk bergabung,” jelas dia.

Teknologi penting untuk mendukung jalannya talent management. Namun, Irwan juga mengingatkan satu hal lagi yang tak kalah penting, “Perusahaan perlu mengubah mindset seluruh kekuatan organisasi bahwa mengelola talent merupakan tanggung jawab semua manajer.”

Tags: