Manajemen Talent Hanya Retorika?

Tanyakan pada kalangan pemimpin bisnis, apa prioritas utama mereka saat ini? Salah satu jawabannya, hampir bisa dipastikan, <I>talent management</I>. Dewasa ini, dunia bisnis begitu ramai membicarakan isu tersebut. Tak ada yang mau ketinggalan. Namun, apakah kenyataannya semeriah perbincangannya?
Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan spesialis rekrutmen <I>outsourcing</i> Capital Consulting dan Cranfield School of Management di Inggris menemukan adanya jurang yang lebar antara retorika dan kenyataan ketika orang bicara mengenai manajemen <I>talent</I>.
Ketika berbicara tentang perang <I>talent</i>, para manajer begitu bersemangat. Tapi, kenyataannya, sebagian besar dari mereka tidak siap dengan apa yang dibutuhkan untuk merawat dan mempertahankan <I>top performer</i> yang mereka miliki.
Bahkan, meskipun melihat hal itu sebagai prioritas, mereka gagal mendapatkan dukungan yang cukup dari manajemen di atas mereka.
Studi mengingatkan bahwa gap (antara retorika dan kenyataan) itu harus segera ditutup, seiring dengan laju perubahan ekonomi global, kelangkaan <I>skill</i> dan populasi pekerja menua yang akan terus membayangi.
Ditemukan, 6 dari 10 perusahaan mengaku memperhatikan pentingnya manajemen <I>talent</i> bagi <I>bottom line</i> mereka. Namun, hanya 4 dari 10 yang benar-benar (mampu) melewati hambatan strategis dalam mengelola <I>talent</I> bintang mereka.
Hambatan utama bagi para manajer dalam mengimplementasikan strategi-strategi <I>talent management</I> adalah minimnya investasi finansial (50%) dan kurangnya dukungan dari manajemen senior (40%), demikian menurut survei tersebut.
Group Managing Director Capital Consulting Jeremy Tipper mengatakan, “Bisnis semakin menyadari tambah pentingnya menarik <I>talent</I> terbaik yang tersedia di pasar, tapi sering terhenti ketika harus menindaklanjutinya dengan pengembangan, retensi dan memberi kesempatan si <I>talent</I> untuk memaksimalkan potensinya.”
Dia memprediksikan, perubahan alamiah ekonomi dan demografi global akan mulai terasa pengaruhnya dalam praktik manajemen <I>talent</I> dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.
“Mendapatkan dan merawat SDM sangat penting, dan akan menjadi semakin penting. Seberapa bagus Anda mengelola <I>talent</I> akan menjadi faktor penentu apakah Anda seorang pemenang atau pecundang dalam kompetisi,” tekan Jeremy.
“Menciptakan kerangka kerja pengelolaan <I>talent</I> yang efektif berpotensi membuat para direktur HR pahlawan bagi organisasi karena berpengaruh pada kinerja bisnis dan <I>bottom line</I>,” tambah dia.
Dilaporkan juga, kurang dari separo organisasi telah mempublikasikan strategi <I>talent management</i> mereka secara internal, namun satu dari 5 tidak memasukkan hal itu ke dalam <i>business plan</i>.
Anggota tim peneliti dari Cranfield School of Management Dr Emma Parry mengatakan, laporan hasil penelitian tersebut perlu disikapi sebagai peringatan bagi kalangan pimpinan bisnis.
“Perbedaan antara apa yang dikatakan para manajer senior dengan apa yang mereka lakukan sangat mengkhawatirkan. Tampak bahwa dalam soal manajemen <I>talent</I>, aksi-aksi mereka tidak seiring dengan retorika mereka,” simpul dia.

Tags: , ,