Makin Banyak Perusahaan yang Menilai Tinggi Kinerja Karyawan

Karyawan yang menginginkan kenaikan gaji atau pun bonus yang bagus akan semakin mendapatkan tempat. Sebab, makin banyak perusahaan yang mendasarkan bonus-bonus dan kenaikan-kenaikan gaji pada kinerja karyawan atas pekerjaan mereka.

Demikian hasil survei online yang dilakukan oleh Mercer Human Resource Consulting yang berbasis di New York, atas 982 perusahaan besar dan menengah.

Menurut Mercer, berdasarkan hasil penelitian tersebut, karyawan yang memiliki kinerja bagus cenderung memperoleh kenaikan-kenaikan gaji yang lebih besar, dibandingkan dengan karyawan yang kinerjanya lebih rendah.

Karyawan berperingkat tinggi yang jumlahnya mencapai 12% dari total tenaga kerja rata-rata menerima kenaikan gaji 5,7% tahun ini . Sedangkan, karyawan berperingkat rendah 3% dari jumlah tenaga kerja hanya menerima kenaikan 1,7%.

Sementara, untuk kalangan eksekutif, mendapatkan penghargaan berupa bonus-bonus yang didasarkan pada kinerja tahun ini, yang setara dengan 47% gaji pokok mereka. Angka tersebut merupakan peningkatan 7% dari tahun 2006.

Kaum pengusaha mulai lebih menghargai kinerja untuk menghemat biaya-biaya sekaligus sebagai usaha meretensi karyawan-karyawan terbaik mereka.

“Mereka, para pimpinan perusahaan, mencoba mendapatkan return yang lebih baik dari kompensasi-kompensasi yang mereka keluarkan,” ujar Steve Gross, ahli global-reward pada Mercer.

VP Senior pada Sibson Consulting di New York Christian Ellis menambahkan, bonus-bonus membantu pengusaha dalam banyak cara. “Perusahaan-perusahaan lebih memilih biaya-biaya variabel ketimbang biaya-biaya tetap. Dengan memberikan berbagai macam bonus, pengusaha bisa meminimalkan biaya-biaya selama masa sulit.”

Di samping itu, kata dia, banyak pengusaha yang lebih mempertimbangkan kinerja grup ketimbang kinerja individual, sebab mempermudah menjalankan unit bisnis. Dengan eksekusi yang benar, program bonus bisa menjadi motivator yang kuat dan meningkatkan hasil bisnis.

Tantangan bagi pengusaha adalah menentukan siapa yang mendapatkan bonus dan kenaikan gaji, dan berapa mereka mendapatkannya. Demikian ujar Managing Principal Tower Perrin di New York Ravin Jesuthasan.

Perusahaan harus menetapkan kriteria karyawan yang tergolong top performer, berapa keuntungan yang harus dibagi dengan mereka, dan apakah karyawan-karyawan yang memberikan kontribusi penting bagi perusahaan telah menerima bagian mereka secara fair, berupa berbagai macam reward.

Kecenderungan yang perlu diperhatikan, karyawan membandingkan dirinya tidak hanya dengan rekan satu departemen, melainkan dengan semua karyawan di perusahaan. Hasil survei Mercer mencatat, banyak perusahaan yang memberikan kenaikan gaji lebih tinggi pada top performer di departemen tertentu.

Tags: