Makin Banyak Perusahaan di Indonesia Terapkan “Total Reward”

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kini lebih banyak perusahaan di Indonesia yang mengadopsi filosofi imbalan total secara luas atau organization-wide total rewards philosophies dan secara efektif mengkomunikasikannya kepada karyawan. Ini sekaligus melengkapi pendekatan berbasis kompetensi yang juga semakin populer.
Demikian antara lain hasil temuan survei bertajuk “Integrated Reward and Talent Management”, bagian dari Global Strategic Rewards Study yang dilakukan oleh Watson Wyatt Indonesia pada pertengahan 2008 dan dipublikasikan di Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Menurut Managing Consultant Watson Wyatt Indonesia Lilis Halim, dibandingkan dengan negara-negara Asia Pasifik secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan yang sedikit lebih besar dalam menarik dan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi.
“Dari sisi karyawan sendiri, gaji pokok masih merupakan daya tarik utama. Yang menarik, pada temuan kali ini muncul faktor baru yang dipertimbangkan oleh karyawan, yakni tunjangan kesehatan. Sementara, perusahaan menganggap, reputasi perusahaan lebih penting untuk membuat karyawan bergabung,” papar Lilis.
Dikaitkan dengan situasi krisis global saat ini, Practice Leader untuk Watson Wyatt Human Capital Group di Jakarta Henry Hanafiah Menambahkan, attraction dan retention menjadi semakin penting karena dalam kondisi sulit, para karyawan terbaiklah yang akan menjadi penyelamat perusahaan.
“Di sinilah pentingnya mengintegrasikan antara talent management dengan program reward untuk mempertahankan jajaran key person di perusahaan,” ujar dia.
Survei menunjukkan, perusahaan yang melaporkan telah menerapkan pendekatan terintegrasi semacam itu 20 persen lebih kecil kemungkinannya menghadapi masalah dalam attracting karyawan yang memiliki keahlian penting. Dan, 33 persen lebih kecil kemungkinannya menghadapi masalah dalam meretensi mereka.
Lebih jauh Henry menandaskan, perusahaan yang telah mengaku telah menerapkan integrated reward and talent management 18 persen lebih besar kemungkinannya untuk menjadi organisasi yang berkinerja tinggi secara finansial. Survei dilakukan atas 45 perusahaan baik global, internasional maupun domestik dari berbagai jenis industri.
Adapun untuk menilai apakah sebuah perusahaan telah melakukan pendekatan manajemen imbalan dan talenta yang terintegrasi dalam mengelola karyawannya, Watson Wyatt menggunakan 9 indikator. Antara lain, perusahaan tersebut harus menerapkan Employee Value Proposition, memiliki formal workforce planning dan menerapkan kompetensi pada lebih dari satu program SDM-nya.
Selain itu, adanya fasilitas untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan serta adanya keselarasan antara tujuan kinerja karyawan dengan tujuan bisnis juga diperhitungkan sebagai penanda bahwa perusahaan yang bersangkutan telah mengintegrasikan manajemen reward dan talent.

Tags: ,