Maintenance Talent, Masalah Rumit HRD

Salah satu masalah utama yang rumit dihadapi human resource department (HRD) setiap perusahaan adalah me-maintain karyawan-karyawan potensial yang mereka miliki. Pertanyaan yang masih sering muncul dan diperdebatkan, haruskah menaikkan gaji “setinggi langit” untuk mempertahankan mereka?

Isu yang barangkali klasik namun hingga hari ini masih menjadi persoalan konkret yang selalu dihadapi setiap perusahaan tersebut mengemuka dalam HR Forum yang digelar Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi UI di Mario’s Place, Menteng Huis, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/06). Topik yang diangkat adalah Human Capital Business Partnership (HCBP)

Tampil sebagai pembicara Human Capital Director PT Excelcomindo Pratama Tbk Joris De Fretes. Menurut Joris, memang tidak ada strategi khusus untuk menghadapi pesaing dalam mempertahankan karyawan terbaik. Kendati demikian, dia hampir bisa memastikan bahwa karyawan, terutama yang masih muda, pindah ke perusahaan lain umumnya karena iming-iming gaji yang lebih tinggi.

Oleh karenanya, yang dilakukan perusahaan biasanya menaikkan gaji, menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hendak membajak karyawan tersebut. Dalam hemat Joris, langkah semacam itu bukanlah yang paling tepat. “Jangan buru-buru menaikkan gaji, hargailah orang yang mau tinggal, bukan yang mau pergi,” kata dia.

Sharing

Sesuai dengan misi acaranya, yakni ajang diskusi dan sharing antarpraktisi SDM mengenai perkembangan SDM di Indonesia, Joris lebih jauh berbagi pengalaman divisi Human Capital (HC) perusahaannya menerapkan konsep HCBP. Ini merupakan program yang berfungsi untuk mendiskusikan, membantu dan memfasilitasi manajemen tiap-tiap unit perusahaan dalam memecahkan masalah-masalah SDM.

Program khusus tersebut diterapkan karena disadari bahwa persoalan yang dihadapi tiap-tiap unit dalam satu perusahaan berbeda-beda. Boleh dibilang, HCBP merupakan kepanjangan tangan dari divisi HC atau HR untuk menjangkau masing-masing unit, untuk mempercepat penyelesaian masalah.

“Kami meng-assign tenaga-tenaga spesialis human capital yang kami miliki untuk menjalankan program HCBP tersebut pada tiap-tipa unit. Mereka yang akan membantu unit-unit itu memecahkan masalah-masalah strategis yang berkaitan dengan SDM seperti strategi kepegawaian, pengembangan organisasi, manajemen kinerja dan manajemen talent,” jelas Joris.

“Jadi, ujung-ujungnya nanti, peran dari HCPB ini membangun kemampuan individu dan organisasi untuk meningkatkan hasil-hasil bisnis. Customer-nya tak lain seluruh jajaran pimpinan hingga karyawan perusahaan itu sendiri,” sambung dia.

Sebulan Sekali

HR Forum, yang bertujuan membangun komunitas HR, rencananya akan digelar secara regular sebulan sekali. Perhelatan ini mempertemukan para ahli dan praktisi SDM untuk duduk bersama membicarakan “best practice” dari suatu perusahaan yang sudah berhasil menerapkan konsep SDM tertentu, sehingga membuka wawasan yang lebih luas tentang perkembangan SDM terkini di Indonesia.

Dari gelaran pertama kali ini, dicapai semacam pengertian bersama bahwa di tengah situasi bisnis yang diwarnai dengan kelaziman bajak-membajak tenaga profesional, me-retain karyawan tidak identik dengan menaikkan gaji. Namun, lebih pada, bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan program development yang lebih menantang.

Tags: ,