Libur Lebaran Idealnya Seminggu

Selain soal tunjangan hari raya lebaran (THR), para pengusaha dan bagian HRD kini sibuk menentukan kapan sebaiknya libur panjang Lebaran dimulai dan diakhiri bagi para pekerjanya. Selain memberikan hak-hak pekerja, dengan pengaturan hari libur dan pemberian THR para pengusaha tentunya berharap produktivitas dan loyalitas bisa terjaga dengan baik.

Apa yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mungkin bisa dijadikan pertimbangan. Apindo Jabar merekomendasikan liburan buruh pabrik di provinsi ini selama tujuh hari kerja mulai 26 Agustus hingga 4 September 2011. “Libur Hari Raya Idul Fitri merupakan hak bagi buruh, aktivitas industri praktis terhenti, namun itu adalah kewajiban yang harus diberikan pengusaha kepada karyawannya,” kata Ketua Apindo Jabar Deddy Wijaya di Bandung, seperti dilansir antaranews awal pekan ini.

Deddy mengatakan hari terakhir bekerja para buruh idealnya pada 26 Agustus, sehingga ada waktu bagi para karyawan yang hendak mudik Lebaran tahun ini. “Hari pertama libur dipastikan berbeda-beda, ada yang lebih awal ada pula yang belakangan tergantung penyelesaian order pekerjaan,” katanya sambil memastikan bahwa seluruh industri di Jabar sudah menyiapkan jadwal libur Lebaran 2011.

Apindo juga mengimbau agar libur buruh dilakukan selama tujuh hari kerja. Selain itu, kata Deddy, pengusaha wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) sesuai dengan aturan yang ada di perusahaan atau ketentuan dari pemerintah. Kewajiban pembayaran THR minimal seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Sudah jelas ketentuannya pembayaran THR paling lambat seminggu sebelum Lebaran, disesuaikan dengan aturan yang ada dan kemampuan perusahaan,” katanya sambil menyebutkan berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, besaran THR ditetapkan sesuai aturan dan masa kerja.

Ia pun mengingatkan, bagi karyawan yang telah bekerja minimal setahun mendapatkan THR satu kali gaji, sedangkan yang masa kerjanya di bawah setahun disesuaikan dengan perhitungan yang ada. “Pengusaha diimbau untuk memberikan THR. Kalau pun ada hambatan perlu dikomunikasikan secepatnya untuk dibahas dengan pekerja,” tutur Deddy.

Tak kalah penting, lanjut Deddy, industri juga diharapkan menyesuaikan penyelesaian order dan mengatur jadwal pengiriman barang seefektif mungkin sehingga bisa terkirim sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, rata-rata industri sudah mengantisipasi jadwal pengiriman barang khususnya untuk ekspor sehingga tidak ada kendala.

Tags: ,