Lebih Baik Membangun “Winning Team” Ketimbang “Superstar”

Dalam mengembangkan talent yang ada, perusahaan sebaiknya lebih berorientasi pada pembangunan sebuah tim yang kuat, ketimbang menjadikan individu karyawan tertentu sebagai “superstar”.

Demikian salah satu rahasia sukses PT Astra Internasional Indonesia Tbk yang diungkapkan oleh Vice President Chief Corporate Organization & Human Capital Development Astra FX Sri Martono dalam acara The 2009 Human Capital National Conference bertajuk “Managing Talent in Uncertain Time” di Kampus PPM Manajemen, Jakarta, Rabu (2/12/09).

Salah satu praktik yang dilakukan oleh Astra dalam mengembangkan karyawan adalah dengan memindahkannya ke jabatan atau fungsi yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya, dan tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan yang bersangkutan.

Sri Martono menyebutkan dirinya sendiri sebagai contoh, bahwa dia yang berlatar belakang pendidikan teknik, namun pernah ditempatkan di bagian marketing dan kemudian di HR sampai sukses seperti sekarang.
“Rotasi lintang bidang seperti itu dimungkinkan karena kita mengembangkan winning team, yang didukung adanya winning system,” ungkap dia.

Ditambahkan, rotasi juga bertujuan untuk meyakinkan karyawan bahwa dia mampu dan merupakan orang yang tepat untuk didudukkan dalam posisi atau peran tertentu.

“Tentu saja, setelah diyakinkan harus dilengkapi,” sambung Sri Martono yang mengaku tidak khawatir mengenai adanya “gap” kompetensi dari rotasi antarfungsi tersebut. Menurut dia, hal itu bisa diatasi dengan adanya dukungan dari winning team.

Data hingga September 2009, Grup Astra memiliki 115.403 karyawan yang tersebar di 153 perusahaan yang bergerak di berbagai industri, dari otomotif hingga infrastruktur.