Laporan dari Kompas Karier Fair 2010

Kompas Gramedia kembali menyelenggarakan Kompas Karier Fair 2010, 15-16 Oktober lalu di JITEC Mangga Dua Square, Jakarta (16/10). Event tahunan ini diikuti oleh lima puluh perusahaan dari berbagai jenis industri, termasuk Kompas Gramedia sendiri sebagai salah satu group media terbesar di Indonesia.

Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan Kompas Karier Fair tahun ini. Setiap pencari kerja tidak perlu lagi menyiapkan puluhan CV dan Surat Lamaran dalam bentuk hard copy. Kompas kali ini memberlakukan sistem barcode, di mana pelamar hanya perlu mengisi formulir peserta dan mereka akan mendapatkan kartu peserta yang memiliki barcode. Apabila pelamar ingin memasukkan lamarannya ke perusahaan yang ia inginkan, ia cukup memberikan kartu dengan barcode tersebut dan perusahaan tempatnya melamar akan mendapat data yang telah di-input oleh penyelenggara.

“Setiap pelamar mendapatkan barcode sehingga tidak perlu lagi repot membawa CV. Sistem barcode bertujuan mempermudah dan mempercepat proses melamar kerja,” ujar Vice Business Director Kompas Gramedia, Edi Taslim.

Selain sistem barcode, ada hal unik lainnya yang dihadirkan Kompas, yakni Bank of Interview (BOI). BOI adalah sistem wawancara digital di mana proses wawancara di-capture secara video. Digital Interview System ini baru pertama kali digunakan oleh Kompas, bahkan belum pernah digunakan oleh program karier fair manapun di Indonesia.

“Para job seekers akan mengalami pengalaman baru, berhadapan dengan tiga layar televisi saat melakukan proses wawancara,” tutur Edi saat menjelaskan tentang BOI kepada rekan pers. Dari total lima puluh perusahaan yang turut berpartisipasi dalam Kompas Karier Fair ini, setengahnya mengikuti sistem BOI.

Kompas Karier Fair 2010 juga dimeriahkan dengan acara talkshow yang dihadiri oleh delapan Young Jedis pilihan Kompas dan seorang pakar karier, Renee C. Suhargono. Young Jedis adalah insan muda berusia di bawah 35 tahun yang telah suskes dalam karier masing-masing. Para Young Jedis ini berbagi pengalaman dengan para pelamar mewakili berbagai jenis industri.

Young Jedis yang hadir di Kompas Karier Fair 2010 di antaranya, Yan Henri Jauwena – Business Development Manager PT CEVA Indonesia, Ario Pratomo – Managing Director PT. Unique Cargonize, Michael Ronald Tompi – Secured Loan Manager OCBC NISP, Andy . J. Jiwandono – General Manager Strategy & Planning Axis, Felicia Julian Marketing Pureit in Unilever, Madi – Deputy Human Capital Director Alfamart, Kevin Mintaraga, dan Doni Priliandi.

Salah satu Young Jedis yang turut berbagi pengalaman adalah Ario Pratomo, Managing Director PT Unique Kargonize GSA for Etihad Crystal Cargo Indonesia. Ario menyelesaikan kuliahnya pada usia 20 tahun dan berhasil mendirikan perusahaan sendiri pada usia 23 tahun.

“Pada awalnya, saya lahir dikeluarga dan pendidikan yang tepat. Boleh dibilang saya generasi kedua yang berdiversivikasi. Orang tua saya bergerak di bidang freight forwarding dan saya di bidang general sales management,” ungkap Ario.

Lulusan Institut Pengembangan Indonesia (IPMI), Edith Cowan University, dan Perth Institute of Business & Technology ini mengatakan, ketika memutuskan untuk melamar pekerjaan tertentu, seseorang harus memastikan bahwa ia memiliki passion dalam bidang tersebut. “ Kita harus punya passion dalam pekerjaan yang kita inginkan dan saat bekerja kita harus enjoy,” tambahnya.

Tags: