Laju SDM Mandiri Menuju Global Talent

Budi Sadikin

“Keberhasilan suatu organisasi, tidak bergantung pada jumlah orang yang ada di dalamnya tetapi pada kualitas mereka.”

Itulah yang sampai saat ini dipegang oleh Budi Gunadi Sadikin, Presiden Direktur Bank Mandiri Tbk. Ditetapkan sebagai pimpinan Mandiri sejak April 2013, ia bertanggung jawab untuk membuat perencanaan bisnis tahun 2015 hingga tahun 2020.

Satu hal yang ditekankan oleh Budi dalam perencanaan tersebut adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada bank pemerintah terbesar di Indonesia tersebut. Dalam seminar PortalHR Summit 2013 hari Kamis (5/12) yang bertempat di Hotel Sultan, Budi memaparkan beberapa strategi untuk mewujudkan karyawan Mandiri sebagai talent yang berkualitas dan berkualifikasi global.

Perhatian Bank Mandiri, pertama kali diarahkan pada proses rekrutmen, yang merupakan pintu gerbang talent masuk ke perusahaan.

“Memilih orang terbaik, rekrutmen harus baik. Kita memiliki sekitar 65,000 karyawan permanen dan non-permanen dan kita merekrut sekitar 3500-4000 karyawan permanen per tahunnya. Kami berpikir bahwa rekrutmen adalah key untuk mendapatkan orang baik atau bahkan sebaliknya,” ungkap Budi.
Selain rekrutmen, Mandiri juga memperhitungkan reward yang menarik bagi karyawan-karyawannya. Reward tersebut tidak hanya semata-mata uang tetapi juga kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Mandiri memungkinkan karyawannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.

Selanjutnya, Mandiri juga melek dengan adanya variasi generasi. Generasi Y sudah memasuki dunia kerja, dan Bank Mandiri sadar betul dengan hal tersebut. Seorang leader di Mandiri, diharapkan untuk dapat memanfaatkan fungsi digital dan social media dengan baik.

“Jika dahulu kita mengandalkan survey tahunan untuk melihat opini karyawan terhadap perusahaan, sekarang tidak lagi. Dengan sosial media, melihat status updates dari karyawan, kita bisa mendeteksi masalah yang sedang dihadapi oleh karyawan, “ Budi menjelaskan.

Terakhir, Mandiri juga akan membangun 12 pusat pendidikan bernama Mandiri University, untuk meningkatkan kapasitas karyawannya. Mandiri University difungsikan sebagai sarana knowledge development menggantikan workshop-workshop atau training yang biasanya diadakan di hotel maupun di tempat lain yang cenderung mahal. Dengan adanya gedung pribadi, Mandiri dapat menghemat biaya pendidikan karyawan yang kemudian dapat dialokasikan untuk keperluan lain.

Dengan berbagai strategi tersebut, Budi Sadikin berharap bahwa output dari perencanaan bisnis tersebut adalah Mandiri menjadi bank terbaik di ASEAN.

Tags: ,