Laba Anjlok 75%, Shell PHK 1.000 Karyawan

Perusahaan raksasa energi Shell mengumumkan laba bersihnya selama kuartal IV-2009 anjlok tajam hingga 75% akibat turunnya volume permintaan akibat krisis. Oleh karenanya, Shell pun berniat memangkas 1.000 karyawannya di tengah “outlook” yang diliputi ketidakpastian.

Shell mengumumkan laba bersihnya turun menjadi US$ 1,18 miliar (851 juta euro) pada kuartal IV-2009, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,8 miliar. Sementara laba bersihnya sepanjang 2009 turun 69% menjadi hanya US$ 9,8 miliar.

Perusahaan yang listing di bursa London itu menyatakan akan memangkas 1.000 karyawannya pada 2010 ini. Pada 2009 lalu, Shell telah mengurangi 5.000 karyawannya dalam rangka efisiensi di tengah krisis global.

“Pada kuartal IV tahun 2009, perolehan kami terkena dampak dari melemahnya perekonomian global,” jelas Chief Executive Officer Shell Peter Voser dalam pernyataannya yang dilansir AFP, Kamis (4/2/2010).

“Harga minyak meningkat dibandingkan setahun sebelumnya, namun harga gas dan marjin kilang turun secara tajam akibat lemahnya permintaan dan tingginya cadangan di industri. Kami tidak berasumsi akan ada pemulihan yang cepat dan outlook untuk 2010 masih tidak pasti,” tambah dia.

Produksi minyak Shell turun 2% selama kuartal IV-2009 menjadi 3,331 juta barel setara minyak per hari. Voser menambahkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan yang signifikan dalam setahun ke depan.

“Kami mengambil langkah untuk memperbaiki kinerja, untuk menjembatani perusahaan dan pemegang saham kami ke sebuah periode dengan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Voser.

Tags: