Krisis Global Bisa Pulih pada 2010

Perekonomian terus memburuk. Organisasi Buruh Internasional (ILO) meramalkan pada akhir 2009 akan ada 50 juta penganggur baru. Namun, pemulihan ekonomi bisa terjadi pada 2010 dengan syarat. Yakni, adanya implementasi semua kebijakan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn, Senin (23/3) di Geneva, Swiss dalam pertemuan ILO. Penelitian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan IMF menyebutkan, krisis yang dipicu kehancuran sektor keuangan secara empiris merusak mata rantai perekonomian. Kehancuran sektor ini membuat transaksi kacau dan merembet cepat ke semua sektor.

Strauss-Kahn meminta bank-bank sentral dan pemerintah menghindari pola konvensional dengan mengguyur uang begitu saja ke pasar. Sejak 2008, sejumlah negara maju mengguyur uang ke pasar. Sejauh ini, sejumlah pemerintah sudah meluncurkan dana stimulus ekonomi, menyuntikkan dana-dana ke perbankan.

Hal ini terus dilakukan dan menjadi tindakan favorit AS. Namun, langkah itu tak mencegah ekonomi menuju krisis lebih dalam. Uni Eropa memilih penyehatan perbankan, yang kemudian mulai dilakukan AS. Sementara, dari dalam negeri dilaporkan, Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (23/3), di depan peserta seminar ”Respon Asia Timur terhadap Krisis Ekonomi Global” mengatakan, parlemen bisa menjadi penghambat pemulihan krisis ekonomi dunia.

Itu bisa terjadi, menurut Menkeu, jika anggota parlemen mendahulukan kepentingan konstituennya yang menghendaki perlindungan berlebihan atas produk dalam negeri tanpa peduli pada pemulihan perdagangan global. ”Setiap anggota parlemen bertanggung jawab pada konstituennya. Ketika konstituen mereka ingin proteksionisme (perlindungan maksimal atas barang domestik), parlemen akan ikut mendukung proteksionisme,” ujar dia seperti dikutip Kompas.

Stimulus Fiskal

Sri Mulyani juga mengeluhkan alotnya persetujuan DPR yang dihadapi Pemerintah Indonesia pada saat menyampaikan anggaran stimulus fiskal senilai Rp 73,3 triliun. ”Masih ada pihak, bahkan dari anggota parlemen sendiri, yang menyatakan layak tidaknya sebuah program dimasukkan ke dalam stimulus. Padahal, yang terpenting adalah dampaknya pada ekonomi,” ujar Menkeu.

Dikatakan, sebenarnya tanggal 18 Maret lalu merupakan hari terakhir untuk penyelesaian SAPSK. Cuma, sampai hari ini masih ada empat departemen yang sedang dalam penyusunan SAPSK (Satuan Anggaran Per Satuan Kerja), yaitu surat untuk penyelesaian pembuatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Masing-masing Departemen Pertanian, Departmen Perdagangan, Depnakertrans.

Lebih jauh Sri Mulyani menjelaskan, stimulus infrastruktur untuk Departemen Pertanian berkaitan dengan proyek-poyek pembangunan jalan-jalan yang menghubungkan sentra-sentra produksi maupun jalan-jalan di desa. Sedangkan stimulus untuk Departemen Perdagangan berkaitan dengan pembangunan pasar-pasar tradisional.

Sedangkan, stimulus untuk Departemen Tenaga Kerja untuk keperluan balai latihan kerja, terutama untuk menampung para TKI yang mengalami pemutusan hubungan kerja, dan stimulus untuk Departemen Perhubungan untuk proyek-proyek di bidang perhubungan darat.

Mengenai masalah pencairan dana stimulus itu sendiri tergantung pada kelancaran proyek infrastruktur yang dibiayai dan kebutuhan dananya. “Jadi, tentu saja tidak langsung cair, biasanya mengikuti kemajuan fisiknya,” ujar dia.

Tags: