Krisis Global, Alih-Daya HR Turun

Alih-daya untuk fungsi-fungsi HR, dalam skala yang besar, saat ini tengah mengalami penurunan cukup drastis menyusul langkah pemangkasan biaya yang dilakukan oleh banyak perusahaan. Demikian laporan sebuah hasil penelitian mengungkapkan. Menurut lembaga penasihat outsorucing Equa Terra di Inggris, pertumbuhan tahunan nilai transaksi alih-daya HR jatuh dari 50% pada 2007 menjadi hanya 15% pada 2008.

Lembaga tersebut mewawancarai lima besar perusahaan penyedia jasa alih-daya dan 200 konsultan, dan menghasilkan temuan bahwa permintaan dari perusahaan-perusahaan multinasional turun, karena mereka tengah mengurangi pengeluaran-pengeluaran jangka pendek. Direktur Pengelola Riset Global pada Equa Terra, Stan Lepeak mengatakan, “Banyak perusahaan kini cenderung memfokuskan perhatian mereka pada return on investment dalam jangka pendek.”

“Ide tentang rencana program HR dalam jangka lima tahun ke depan kini ditinggalkan. Perhatian untuk transformasi berkurang, dan lebih menekankan pada pemangkasan biaya-biaya,” simpul Lepeak. Namun, Lepeak juga melihat bahwa gejala tersebut tak lepas dari kondisi krisis yang tengah melanda secara global saat ini. Diyakini, jika iklim ekonomi kembali membaik dalam lima tahun ke depan, bisnis akan melirik lagi alih-daya HR global.
“Masih banyak ruang untuk peningkatan dalam HR, dan ide mengenai alih-daya global akan kembali dalam bentuk yang lebih sophisticated, dengan pengukuran tujuan-tujuan yang lebih jelas dan lebih mudah,” prediksi Lepeak.